𝟳 𝗧𝗔𝗛𝗔𝗣𝗔𝗡 𝗠𝗔𝗡𝗨𝗦𝗜𝗔 𝗗𝗔𝗟𝗔𝗠 𝗠𝗘𝗡𝗚𝗔𝗠𝗔𝗟𝗞𝗔𝗡 𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗧𝗔𝗛 𝗔𝗟𝗟𝗔𝗛❟ 𝗗𝗔𝗟𝗔𝗠 𝗠𝗔𝗦𝗔𝗟𝗔𝗛 𝗧𝗔𝗨𝗛𝗜𝗗 𝗗𝗔𝗡 𝗦𝗬𝗜𝗥𝗜𝗞

 Serial kitab dalaailut tauhid 50 suaalan wa jawaaban fil 'aqiidah

Karya Syaikh muhammad bin 'Abdul wahhab at-tamimi Rahimahullah 


🔰 𝟳 𝗧𝗔𝗛𝗔𝗣𝗔𝗡 𝗠𝗔𝗡𝗨𝗦𝗜𝗔 𝗗𝗔𝗟𝗔𝗠 𝗠𝗘𝗡𝗚𝗔𝗠𝗔𝗟𝗞𝗔𝗡 𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗧𝗔𝗛 𝗔𝗟𝗟𝗔𝗛❟ 𝗗𝗔𝗟𝗔𝗠 𝗠𝗔𝗦𝗔𝗟𝗔𝗛 𝗧𝗔𝗨𝗛𝗜𝗗 𝗗𝗔𝗡 𝗦𝗬𝗜𝗥𝗜𝗞


📜 Pertanyaan 42 : 


٤٢ : إذا عرف الإنسان أن اللّه أمر بالتوحيد ونهیٰ عن الشرك هل تنطبق هذه المراتب عليه ؟


Jika seorang telah mengetahui bahwa Allah memerintahnya untuk bertauhid dan melarang dari berbuat syirik, apakah tujuh tahapan diatas (pada pertanyaan ke 41, pen-) juga berlaku padanya ?


Jawaban :


✅ Tahapan pertama, berilmu tentangnya.

Mayoritas manusia telah mengetahui bahwa tauhid adalah sebuah kebenaran dan syirik merupakan suatu kebatilan, akan tetapi dia berpaling darinya dan tidak ingin mencari ilmunya lebih jauh.

Seorang mengetahui bahwa Allah telah mengharamkan riba, namun dalam proses jual belinya dia tidak bertanya-tanya tentangnya. Dia pun mengetahui haramnya memakan harta anak yatim, namun dia tidak bertanya dan mencari pengetahuan lebih jauh tentang hal tersebut saat  dia mengurus harta anak yatim.


✅ Tahapan kedua :

Mencintainya, yaitu dengan mencintai hukum-hukum yang telah Allah turunkan. Sebab, orang yang membenci hukum Allah dihukumi kafir, banyak manusia tidak mencintai Rasulullah, bahkan membenci beliau serta apa yang beliau bawa, yaitu hukum-hukum syari'at yang telah diturunkan Allah, padahal dia mengetahui bahwa Allah-lah yang telah menurunkan hukum tersebut.


✅ Tahapan ketiga, bertekad mengamalkannya. 

Banyak orang mengetahui sebuah kewajiban, akan tetapi dia tidak bertekad untuk mengamalkannya karena khawarir mengurangi dan mengubah peruntungan dunianya.


✅ Tahapan keempat, mengerjakannya.

Banyak pula yang sudah bertekad mengerjakan sebuah amalan dan berusaha untuk mengamalkannya, tiba-tiba dia meninggalkannya karena mengetahui rasa berat amalan tersebut dari orang tua ataupun selain mereka.


✅ Tahapan kelima, Ikhlas dan mencocoki syari'at dalam mengerjakannya.

Sesungguhnya banyak yang beramal namun tidak ikhlas atau sudah ikhlas namun tidak mencocoki kebenaran.


✅ Tahapan keenam, khawatir amalan tersebut terhapus.

Sesungguhnya orang-orang shalih sangat takut jika pahala amalan mereka terhapus .


Allah berfirman, 


أن تحبط أعمٰلكم وأنتم لا تشعرون


" Jangan sampai amalan kalian terhapus tanpa kalian sadari." 

(Qs. Al-Hujurat : 2)


Kondisi seperti ini sangat jarang di masa kita.


✅ Tahapan ketujuh, Berusaha untuk tetap kokoh diatas kebenaran dan merasa takut dari memiliki akhir hidup yang jelek / su'ul khatimah.

Su'ul khatimah termasuk hal yang paling dikhawatirkan oleh orang-orang shaleh.


📚 Dalaailut tauhid 50 suaalan wa jawaaban fil 'aqiidah

Karya Syaikh muhammad bin 'Abdul wahhab at-tamimi Rahimahullah , hal : 15


Diterjemah oleh : abu fahry


Bersambung insya Allah


◻️◻️◻️◻️


Komentar

Postingan populer dari blog ini

⚠️ 𝗠𝗨𝗦𝗜𝗞 𝗔𝗗𝗔𝗟𝗔𝗛 𝗗𝗜𝗔𝗡𝗧𝗔𝗥𝗔 𝗦𝗘𝗕𝗔𝗕 𝗧𝗨𝗥𝗨𝗡𝗡𝗬𝗔 𝗕𝗘𝗡𝗖𝗔𝗡𝗔

Seputar kebiasaan sholat di masyarakat kita

⚠️ 𝗛𝗨𝗞𝗨𝗠 𝗕𝗘𝗥𝗞𝗨𝗡𝗝𝗨𝗡𝗚 𝗞𝗘 𝗢𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗡𝗔𝗦𝗥𝗔𝗡𝗜 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗠𝗘𝗡𝗚𝗨𝗖𝗔𝗣𝗞𝗔𝗡 '𝗦𝗘𝗟𝗔𝗠𝗔𝗧 𝗡𝗔𝗧𝗔𝗟'