🔰 𝗣𝗢𝗦𝗜𝗦𝗜 𝗞𝗘𝗧𝗜𝗞𝗔 𝗠𝗘𝗡𝗚𝗜𝗥𝗜𝗡𝗚𝗜 𝗝𝗘𝗡𝗔𝗭𝗔𝗛
Serial kitab
*"Ahkaamul Janaaiz wa bida'uha"*
Karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani Rahimahullah
🔰 𝗣𝗢𝗦𝗜𝗦𝗜 𝗞𝗘𝗧𝗜𝗞𝗔 𝗠𝗘𝗡𝗚𝗜𝗥𝗜𝗡𝗚𝗜 𝗝𝗘𝗡𝗔𝗭𝗔𝗛
Syaikh al-Albani Rahimahullah mengatakan, dibolehkan mengantar jenazah dengan berjalan dibelakang atau didepannya, dikanan atau dikirinya dengan syarat jaraknya dekat dengan jenazah, kecuali jika berkendaraan maka harus mengiringi dibelakang jenazah, berdasarkan hadits dari Al-Mughirah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
الرَّاكِبُ يَسِيرُ خَلْفَ الْجَنَازَةِ، وَالْمَاشِي يَمْشِي خَلْفَهَا، وَأَمَامَهَا، وَعَنْ يَمِينِهَا، وَعَنْ يَسَارِهَا قَرِيبًا مِنْهَا، وَالسِّقْطُ يُصَلَّى عَلَيْهِ، وَيُدْعَى لِوَالِدَيْهِ بِالْمَغْفِرَةِ وَالرَّحْمَةِ
“Orang yang berkendaraan berjalan di belakang jenazah, orang yang berjalan kaki berjalan di belakangnya, dan di depannya, serta di samping kanan dan kirinya, dekat dengannya. Dan janin yang keguguran disalatkan dan didoakan untuk kedua orang tuanya agar diberi ampunan serta rahmat (kasih sayang) Allah.”
(HR. Abu Dawud no. 3180, dinilai sahih oleh Al-Albani)
Ahkaamul Janaaiz wa bida'uha"
Karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani Rahimahullah, hal : 93-94
Bersambung insya Allah
Di susun dan diterjemah oleh : abu fahry
◻️◻️◻️

Komentar
Posting Komentar