Bolehkah Perempuan Mengiringi Jenazah ?

 Serial kitab 

*"Ahkaamul Janaaiz wa bida'uha"*

Karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani Rahimahullah


๐Ÿ”ฐ ๐—•๐—ข๐—Ÿ๐—˜๐—›๐—ž๐—”๐—› ๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—˜๐— ๐—ฃ๐—จ๐—”๐—ก ๐— ๐—˜๐—ก๐—š๐—œ๐—ฅ๐—œ๐—ก๐—š๐—œ ๐—๐—˜๐—ก๐—”๐—ญ๐—”๐—› ? 

Syaikh al-Albani Rahimahullah mengatakan, keutamaan mengiringi jenazah hanyalah untuk para lelaki dan bukan untuk para wanita oleh sebab adanya larangan dari nabi ๏ทบ bagi para wanita untuk ikut mengiringi jenazah , dan larangan ini sifatnya lebih untuk penyucian bagi wanita.

Dalil dalam masalah ini adalah hadits.

ุนَู†ْ ุฃُู…ِّ ุนَุทِูŠَّุฉَ – ุฑุถู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุง – ู‚َุงู„َุชْ ู†ُู‡ِูŠู†َุง ุนَู†ِ ุงุชِّุจَุงุนِ ุงู„ْุฌَู†َุงุฆِุฒِ ، ูˆَู„َู…ْ ูŠُุนْุฒَู…ْ ุนَู„َูŠْู†َุง

Dari Ummu ‘Athiyah –radhiyallahu ‘anha-, ia berkata, 

“Kami (para wanita) ๐—ฑ๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ถ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ถ ๐—ท๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐˜‡๐—ฎ๐—ต。 Namun larangannya ๐˜๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—น๐—ฎ๐—น๐˜‚ ๐—ธ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€ ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ถ ๐—ธ๐—ฎ๐—บ๐—ถ。” 

(HR. Bukhari no. 1278 dan Muslim no. 938).

Ahkaamul Janaaiz wa bida'uha"

Karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani Rahimahullah, hal : 90.

๐Ÿ”ฐ Penjelasan ulama terkait hadits diatas :

Ibnu Hajar menjelaskan bahwa maksud hadits di atas, “Tidak ditegaskan jika hal tersebut terlarang keras sebagaimana dalam larangan-larangan lainnya. Seakan-akan Ummu ‘Athiyah berkata: kami dilarang mengiringi jenazah dan bukan larangan haram (tetapi makruh).”

Al Qurthubi menjelaskan, “Secara tekstual, hadits Ummu ‘Athiyah menunjukkan bahwa larangan yang dimaksud adalah larangan makruh tanzih. Demikian pendapat mayoritas ulama. Imam Malik berpendapat bolehnya. Demikian pula pendapat ulama Madinah.”

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Makna hadits adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang para wanita untuk mengiringi jenazah dan larangannya adalah makruh tanzih, bukan makruh yang menunjukkan keharaman. Madzhab kami -Syafi’iyah- berpendapat hal itu makruh dan bukanlah haram berdasarkan pemahaman dari hadits ini. Al Qodhi ‘Iyadh berkata bahwa mayoritas ulama melarang para wanita mengiringi jenazah. Sedangkan ulama Madinah membolehkannya. Begitu pula dengan Imam Malik, namun beliau memakruhkan untuk para gadis.” 

(Syarh Muslim, 1: 46)

Semoga semakin menambah ilmu kita dan moga semakin berbuah amal. Wallahu waliyyut taufiq

Bersambung insya Allah

Di susun dan diterjemah oleh : abu fahry

➖➖➖

Komentar

Postingan populer dari blog ini

⚠️ ๐— ๐—จ๐—ฆ๐—œ๐—ž ๐—”๐——๐—”๐—Ÿ๐—”๐—› ๐——๐—œ๐—”๐—ก๐—ง๐—”๐—ฅ๐—” ๐—ฆ๐—˜๐—•๐—”๐—• ๐—ง๐—จ๐—ฅ๐—จ๐—ก๐—ก๐—ฌ๐—” ๐—•๐—˜๐—ก๐—–๐—”๐—ก๐—”

Seputar kebiasaan sholat di masyarakat kita

⚠️ ๐—›๐—จ๐—ž๐—จ๐—  ๐—•๐—˜๐—ฅ๐—ž๐—จ๐—ก๐—๐—จ๐—ก๐—š ๐—ž๐—˜ ๐—ข๐—ฅ๐—”๐—ก๐—š ๐—ก๐—”๐—ฆ๐—ฅ๐—”๐—ก๐—œ ๐—จ๐—ก๐—ง๐—จ๐—ž ๐— ๐—˜๐—ก๐—š๐—จ๐—–๐—”๐—ฃ๐—ž๐—”๐—ก '๐—ฆ๐—˜๐—Ÿ๐—”๐— ๐—”๐—ง ๐—ก๐—”๐—ง๐—”๐—Ÿ'