Hukum bagi orang yang mengingkari hari kebangkitan
Serial kitab dalaailut tauhid 50 suaalan wa jawaaban fil 'aqiidah
Karya Syaikh muhammad bin 'Abdul wahhab at-tamimi Rahimahullah
🔰 𝗛𝗨𝗞𝗨𝗠 𝗢𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗠𝗘𝗡𝗚𝗜𝗡𝗚𝗞𝗔𝗥𝗜 𝗛𝗔𝗥𝗜 𝗞𝗘𝗕𝗔𝗡𝗚𝗞𝗜𝗧𝗔𝗡
📜 Pertanyaan 38 :
س ٣٨ : ما حكم من كذب بالبعث ؟
Apa hukum orang yang mendustakan hari kebangkitan ?
ج ٣٨ : حكمه أنه كافر بدليل قوله تعالی :
زَعَمَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَن لَّن يُبْعَثُوا۟ ۚ قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّى لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلْتُمْ ۚ وَذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌ
Jawab :
Orang yang mendustakan hari kebangkitan dihukumi kafir, dalilnya berdasarkan firman Allah Ta'ala :
"Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: "Memang, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
(Qs. At-Taghabun : 7)
📚Sumber :
dalaailut tauhid 50 suaalan wa jawaaban fil 'aqiidah
Karya Syaikh muhammad bin 'Abdul wahhab at-tamimi Rahimahullah , hal : 13
📚 Diantara faidah :
1- Barangsiapa yang mengingkari kehidupan akhirat dan mengklaim bahwa hal itu merupakan khurafat yang ada pada abad-abad pertengahan, maka dia kafir.
2- Sesungguhnya perkara kebangkitan dapat diterima oleh akal.
Setiap orang tidak ada yang mengingkari bahwa makhluk diciptakan dari tidak ada dan bahwa ia baru terjadi dari tidak terjadi. Maka tentunya, bahwa Yang menciptakan dan menjadikannya ada setelah tidak ada juga mampu mengembalikannya (menghidupkannya) kelak adalah lebih berhak lagi.
(Lihat Qs. Ar-Rum : 27)
3- Sesungguhnya hikmah menuntut adanya kebangkitan setelah kematian agar setiap jiwa mendapatkan balasan perbuatannya sebab bila tidak demikian, maka tentunya penciptaan manusia akan menjadi sia-sia, tidak ada nilainya, tidak ada hikmahnya serta tidak akan ada perbedaan antara manusia dan binatang-binatang di dalam kehidupan duniawi ini.
(Lihat Qs.Al-Mu'minun : 115-116)
(Faidah dinukil dari Majmu’ Fatawa Wa Rasa’il Syaikh ibn Utsaimin, Juz.11, hal. 22-25)
Diterjemah oleh : abu fahry
Bersambung insya Allah
◻️◻️◻️◻️

Komentar
Posting Komentar