Jual Beli Emas Sesuai Sunnah

 ๐Ÿ”ฐ๐—๐—จ๐—”๐—Ÿ ๐—•๐—˜๐—Ÿ๐—œ ๐—˜๐— ๐—”๐—ฆ ๐—ฆ๐—˜๐—ฆ๐—จ๐—”๐—œ ๐—ฆ๐—ฌ๐—”๐—ฅ๐—œ'๐—”๐—ง


Tanya :

 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pa ustad ijin bertanya, istri saya beli Antam harganya 2jt,terus 2thn kemudian di jual harga 6jt

Itu termasuk riba ga pa ustad

[ ๐Ÿ™๐Ÿ™

Jawab :

Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakaatuh.. 

Jual beli antam dengan harga yang berbeda-beda (misalnya beli Rp 2 juta dan jual Rp 6 juta dua tahun kemudian) tidak termasuk riba, selama transaksi dilakukan sesuai dengan prinsip syariah. 

Perbedaan harga tersebut adalah keuntungan (capital gain) dari investasi atau perdagangan biasa, bukan riba. 

Riba dalam jual beli antam terjadi jika ada pelanggaran terhadap syarat-syarat syariah tertentu, yang paling utama adalah: 

1- Transaksi jual beli emas (baik dengan uang tunai maupun dengan emas lain) wajib dilakukan secara tunai (spot) dan serah terima fisik atau kepemilikan harus terjadi dalam satu majelis akad.

Adapun jual beli emas secara cicilan atau tunda bayar hukumnya haram karena termasuk riba nasiah (riba akibat penundaan penyerahan barang/pembayaran).

2- Takaran/Berat yang Sama (jika ditukar dengan emas lagi): Jika emas ditukar dengan emas, maka berat atau takarannya harus sama persis, meskipun kualitasnya berbeda (misalnya emas tua ditukar emas muda).

Dalil dalam masalah ini diantaranya hadits,

ุงู„ุฐَّู‡َุจُ ุจِุงู„ุฐَّู‡َุจِ ูˆَุงู„ْูِุถَّุฉُ ุจِุงู„ْูِุถَّุฉِ ูˆَุงู„ْุจُุฑُّ ุจِุงู„ْุจُุฑِّ ูˆَุงู„ุดَّุนِูŠุฑُ ุจِุงู„ุดَّุนِูŠุฑِ ูˆَุงู„ุชَّู…ْุฑُ ุจِุงู„ุชَّู…ْุฑِ ูˆَุงู„ْู…ِู„ْุญُ ุจِุงู„ْู…ِู„ْุญِ ู…ِุซْู„ุงً ุจِู…ِุซْู„ٍ ูŠَุฏًุง ุจِูŠَุฏٍ ูَู…َู†ْ ุฒَุงุฏَ ุฃَูˆِ ุงุณْุชَุฒَุงุฏَ ูَู‚َุฏْ ุฃَุฑْุจَู‰ ุงู„ุขุฎِุฐُ ูˆَุงู„ْู…ُุนْุทِู‰ ูِูŠู‡ِ ุณَูˆَุงุกٌ

“Jika emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai). Barangsiapa menambah atau meminta tambahan, maka ia telah berbuat riba. Orang yang mengambil tambahan tersebut dan orang yang memberinya sama-sama berada dalam dosa.” 

(HR. Muslim no. 1584)

Wallahu a'lam

◻️◻️◻️

Komentar

Postingan populer dari blog ini

⚠️ ๐— ๐—จ๐—ฆ๐—œ๐—ž ๐—”๐——๐—”๐—Ÿ๐—”๐—› ๐——๐—œ๐—”๐—ก๐—ง๐—”๐—ฅ๐—” ๐—ฆ๐—˜๐—•๐—”๐—• ๐—ง๐—จ๐—ฅ๐—จ๐—ก๐—ก๐—ฌ๐—” ๐—•๐—˜๐—ก๐—–๐—”๐—ก๐—”

Seputar kebiasaan sholat di masyarakat kita

⚠️ ๐—›๐—จ๐—ž๐—จ๐—  ๐—•๐—˜๐—ฅ๐—ž๐—จ๐—ก๐—๐—จ๐—ก๐—š ๐—ž๐—˜ ๐—ข๐—ฅ๐—”๐—ก๐—š ๐—ก๐—”๐—ฆ๐—ฅ๐—”๐—ก๐—œ ๐—จ๐—ก๐—ง๐—จ๐—ž ๐— ๐—˜๐—ก๐—š๐—จ๐—–๐—”๐—ฃ๐—ž๐—”๐—ก '๐—ฆ๐—˜๐—Ÿ๐—”๐— ๐—”๐—ง ๐—ก๐—”๐—ง๐—”๐—Ÿ'