Keyakinan Terhadap Hari Pembalasan

 Serial kitab dalaailut tauhid 50 suaalan wa jawaaban fil 'aqiidah

Karya Syaikh muhammad bin 'Abdul wahhab at-tamimi Rahimahullah 


🔰 𝗞𝗘𝗬𝗔𝗞𝗜𝗡𝗔𝗡 𝗧𝗘𝗡𝗧𝗔𝗡𝗚 𝗛𝗔𝗥𝗜 𝗣𝗘𝗠𝗕𝗔𝗟𝗔𝗦𝗔𝗡

📜 Pertanyaan 37 : 

س ٣٧ :

هل الناس محاسبون مجزيون بأعمالهم بعد البعث أم لا ؟

Apakah setelah manusia dibangkitkan, amalan mereka akan dihitung dan diberi balasan ?

ج ٣٧ : نعم محاسبون و مجزون بأعمالهم بدليل قوله تعالی : 

لِيَجْزِىَ ٱلَّذِينَ أَسَٰٓـُٔوا۟ بِمَا عَمِلُوا۟ وَيَجْزِىَ ٱلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ بِٱلْحُسْنَى

Jawab : 

Benar. Mereka akan dihisab (dihitung) dan diberi balasan atas amalan yang mereka perbuat.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta'ala,

" Supaya Dia 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶 𝗯𝗮𝗹𝗮𝘀𝗮𝗻 kepada orang-orang 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗷𝗮𝗵𝗮𝘁 terhadap apa yang telah 𝗺𝗲𝗿𝗲𝗸𝗮 𝗸𝗲𝗿𝗷𝗮𝗸𝗮𝗻 dan memberi balasan kepada orang-orang 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗯𝗮𝗶𝗸 dengan 𝗽𝗮𝗵𝗮𝗹𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗯𝗮𝗶𝗸 (surga)。"

(Qs. An-Najm : 31)

📚Sumber :

dalaailut tauhid 50 suaalan wa jawaaban fil 'aqiidah

Karya Syaikh muhammad bin 'Abdul wahhab at-tamimi Rahimahullah , hal : 13

📚  Syarah ringkas :

Salah satu pokok aqidah Islam yang harus selalu ditanamkan dalam diri adalah keyakinan tentang hari pembalasan atau hari akhir. Sebagaimana dalam surat al-Fatihah yang di dalamnya terdapat ayat yang menjelaskan bahwa Allah menjadi penguasa hari pembalasan/maliki yaumid diin.

Yang dimaksud “yaumud diin” adalah hari pembalasan dan hisab/penghitungan. Demikian keterangan dari Syaikh Abdul Muhsin al-‘Abbad hafizhahullah dalam kitabnya Min Kunuz al Qur’an al-Karim. 

(Lihat dalam Kutub wa Rasa’il Abdil Muhsin, 1/151)

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan, bahwa yang dimaksud yaumud diin adalah hari pembalasan yaitu hari kiamat. Ia disebut sebagai hari pembalasan karena pada saat itulah hamba dibalas atas segala amal perbuatan mereka. (Lihat Tafsir Surah al-Fatihah, hal. 51)

Syaikh Shalih bin Abdillah al-‘Ushaimi hafizhahullah menerangkan, bahwa yang dimaksud dengan yaumud diin itu adalah hari penghisaban dan pembalasan atas amal-amal. 

(Lihat Ma’anil Fatihah wa Qisharil Mufashshal, hal. 9)

Diterjemah oleh : abu fahry

Bersambung insya Allah

◻️◻️◻️◻️

Komentar

Postingan populer dari blog ini

⚠️ 𝗠𝗨𝗦𝗜𝗞 𝗔𝗗𝗔𝗟𝗔𝗛 𝗗𝗜𝗔𝗡𝗧𝗔𝗥𝗔 𝗦𝗘𝗕𝗔𝗕 𝗧𝗨𝗥𝗨𝗡𝗡𝗬𝗔 𝗕𝗘𝗡𝗖𝗔𝗡𝗔

Seputar kebiasaan sholat di masyarakat kita

⚠️ 𝗛𝗨𝗞𝗨𝗠 𝗕𝗘𝗥𝗞𝗨𝗡𝗝𝗨𝗡𝗚 𝗞𝗘 𝗢𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗡𝗔𝗦𝗥𝗔𝗡𝗜 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗠𝗘𝗡𝗚𝗨𝗖𝗔𝗣𝗞𝗔𝗡 '𝗦𝗘𝗟𝗔𝗠𝗔𝗧 𝗡𝗔𝗧𝗔𝗟'