๐Serial kitab
"Kayfa Nastaqbilu Syahru Ramadhan ?"
(Bagaimana Kita Menyambut Bulan Ramadan ?)
๐ฐ๐ ๐๐ก๐๐๐จ๐๐๐๐ก ๐๐๐ฅ๐ ๐๐๐ฅ๐ ๐๐ข๐ฆ๐ ๐๐๐ก ๐ ๐๐๐ฆ๐๐๐ง ๐ ๐๐ก๐๐๐๐๐ก๐ ๐ฅ๐๐ ๐๐๐๐๐ก
Persiapan menyambut bulan Ramadhan yang ke delapan ๐ง๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐ฎ๐ฑ๐ฎ ๐๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐บ๐ผ๐ป๐ถ๐ฎ๐น ๐ฎ๐๐ฎ๐ ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐๐ฎ๐ฎ๐ป ๐ธ๐ต๐๐๐๐ ๐๐ป๐๐๐ธ ๐บ๐ฒ๐ป๐๐ฎ๐บ๐ฏ๐๐ ๐ฏ๐๐น๐ฎ๐ป ๐ฟ๐ฎ๐บ๐ฎ๐ฑ๐ต๐ฎ๐ป.
Jauhilah amalan yang biasa dilakukan orang-orang awam yang minim pengetahuan mereka dengan petunjuk salafush sholih rahimahumullah.
Jika Ramadhan tiba mereka menyambutnya dengan meriah, dengan menggantung spanduk, baligho, lampu, lentera, petasan, dan sejenisnya dan diyakini hal ini sebagai bentuk ibadah.
Bahkan, belakangan ini, kita mendapati lentera dan lampu tersebut diiringi nyanyian dan musik.
Tidak diragukan lagi bahwa perbuatan-perbuatan tersebut hukumnya haram, Katakanlah kepadaku, demi Rabbmu, apakah sepantasnya anda menyambut bulan ketaatan ini dengan berbagai larangan, maksiat dan dosa ?
Demi Allah sesungguhnya ini termasuk salah satu kesalahan besar !!
Maka wajib bagi setiap muslim untuk menjauhkan diri dari setiap perkara yang menyelisihi syari'at.
Ketahuilah bahwa kebahagiaan yang hakiki itu adalah dengan diberikan Allah taufiq untuk mentaati Allah Subhaanahu wa Ta'ala , istiqamah dengan ketaatan tersebut dan menghindari diri dari segala dosa yang dilarang Allah 'Azza wa Jalla.
Adapun jika perbuatan ini dilakukan tanpa disertai keyakinan bahwa hal ini merupakan bagian dari ibadah, maka para ulama menjelaskan hukumnya boleh dengan syarat tidak dilakukan dengan cara yang berlebihan dan tidak boleh diiringi perkara yang dilarang syari'at seperti nyanyian dan musik
Bersambung insya Allah.
Sumber : kitab Kayfa Nastaqbilu Syahru Ramadhan ? karya Syaikh Dr. Abu Abdullah, hlm. 14
Diterjemah oleh :
Abu fahry
◻️◻️◻️◻️

Komentar
Posting Komentar