Larangan Niyahah Saat Mengiringi Jenazah

 Serial kitab 

*"Ahkaamul Janaaiz wa bida'uha"*

Karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani Rahimahullah


๐Ÿ”ฐ ๐—Ÿ๐—”๐—ฅ๐—”๐—ก๐—š๐—”๐—ก ๐—ก๐—œ๐—ฌ๐—”๐—›๐—”๐—› ๐—ฆ๐—”๐—”๐—ง ๐— ๐—˜๐—ก๐—š๐—œ๐—ฅ๐—œ๐—ก๐—š๐—œ ๐—๐—˜๐—ก๐—”๐—ญ๐—”๐—›

Syaikh al-Albani Rahimahullah mengatakan, Tidaklah diperkenankan mengiringi jenazah dengan hal-hal yang menyelisihi syari'at.

Ada dua hal penting sebagaimana di sebutkan dalam nash hadits, yang pertama larangan mengiringi jenazah dengan tangisan keras , yang kedua larangan mengiringi jenazah dengan membawa setanggi hal ini berdasarkan sabda nabi ๏ทบ ,

ู„ุง ุชُุชّุจุน ุงู„ุฌู†ุงุฒุฉ ุจุตูˆุช ูˆ ู„ุง ู†ุงุฑ 

" Janganlah jenazah diiringi dengan rintihan suara dan api. " 

(HR.Abu daud dan ahmad, dari abu hurairah radhiyallahu 'anhu)

Ahkaamul Janaaiz wa bida'uha"

Karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani Rahimahullah, hal : 91

๐Ÿ”ฐ Tanbih /peringatan 

Islam datang untuk menegakkan kebaikan dari Allah dan mengingkari segala bentuk takhayyul, khurofat dan tradisi serta keyakinan jahiliyah yang diwarisi dari nenek moyang atau para pendahulu.

Allah ta'ala berfirman,

ู‚َุงู„ُูˆุง۟ ุจَู„ْ ู†َุชَّุจِุนُ ู…َุงٓ ุฃَู„ْูَูŠْู†َุง ุนَู„َูŠْู‡ِ ุกَุงุจَุงุٓกَู†َุงٓ ۗ ุฃَูˆَู„َูˆْ ูƒَุงู†َ ุกَุงุจَุงุٓคُู‡ُู…ْ ู„َุง ูŠَุนْู‚ِู„ُูˆู†َ ุดَูŠْู€ًุٔง ูˆَู„َุง ูŠَู‡ْุชَุฏُูˆู†َ

Arab-Latin: Wa iลผฤ qฤซla lahumuttabi'แปฅ mฤ anzalallฤhu qฤlแปฅ bal nattabi'u mฤ alfainฤ 'alaihi ฤbฤ`anฤ, a walau kฤna ฤbฤ`uhum lฤ ya'qilแปฅna syai`aw wa lฤ yahtadแปฅn

Artinya: Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?".

(QS. Al-Baqarah 2:170).

Diantara tradisi jahiliyah yang diingkari Islam - yang berkaitan dengan kematian - misalnya niyahah (meratap/menangis yang berlebihan), mengangkat suara ketika mengantar jenazah (kecuali bila diperlukan), berkumpul dengan menyediakan makan di rumah duka setelah jenazah dikuburkan, membangun makam dan lain sebagainya.

Bersambung insya Allah

Di susun dan diterjemah oleh : abu fahry

◻️◻️◻️◻️

Komentar

Postingan populer dari blog ini

⚠️ ๐— ๐—จ๐—ฆ๐—œ๐—ž ๐—”๐——๐—”๐—Ÿ๐—”๐—› ๐——๐—œ๐—”๐—ก๐—ง๐—”๐—ฅ๐—” ๐—ฆ๐—˜๐—•๐—”๐—• ๐—ง๐—จ๐—ฅ๐—จ๐—ก๐—ก๐—ฌ๐—” ๐—•๐—˜๐—ก๐—–๐—”๐—ก๐—”

Seputar kebiasaan sholat di masyarakat kita

⚠️ ๐—›๐—จ๐—ž๐—จ๐—  ๐—•๐—˜๐—ฅ๐—ž๐—จ๐—ก๐—๐—จ๐—ก๐—š ๐—ž๐—˜ ๐—ข๐—ฅ๐—”๐—ก๐—š ๐—ก๐—”๐—ฆ๐—ฅ๐—”๐—ก๐—œ ๐—จ๐—ก๐—ง๐—จ๐—ž ๐— ๐—˜๐—ก๐—š๐—จ๐—–๐—”๐—ฃ๐—ž๐—”๐—ก '๐—ฆ๐—˜๐—Ÿ๐—”๐— ๐—”๐—ง ๐—ก๐—”๐—ง๐—”๐—Ÿ'