Menentukan awal Ramadhan Dengan Rukyatul Hilal
๐Serial kitab
"Kayfa Nastaqbilu Syahru Ramadhan ?"
(Bagaimana Kita Menyambut Bulan Ramadan ?)
๐ฐ๐ฃ๐๐ก๐๐ก๐ง๐จ๐๐ก ๐๐ช๐๐ ๐ฅ๐๐ ๐๐๐๐๐ก ๐๐๐ก๐๐๐ก ๐ฅ๐จ๐๐ฌ๐๐ง๐จ๐ ๐๐๐๐๐
Persiapan menyambut bulan Ramadhan yang ke 18 " ๐ฃ๐ฒ๐ป๐ฒ๐ป๐๐๐ฎ๐ป ๐ฎ๐๐ฎ๐น ๐ฅ๐ฎ๐บ๐ฎ๐ฑ๐ต๐ฎ๐ป ๐๐ป๐๐๐ธ ๐๐ฎ๐ท๐ถ๐ฏ๐ป๐๐ฎ ๐ฝ๐๐ฎ๐๐ฎ ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐ฑ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ฟ๐๐ธ๐๐ฎ๐๐๐น ๐ต๐ถ๐น๐ฎ๐น❟ ๐ฎ๐๐ฎ๐ ๐ฑ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐ด๐ฒ๐ป๐ฎ๐ฝ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฏ๐๐น๐ฎ๐ป ๐ฆ๐๐ฎ’๐ฏ๐ฎ๐ป ๐บ๐ฒ๐ป๐ท๐ฎ๐ฑ๐ถ ๐๐ถ๐ด๐ฎ ๐ฝ๐๐น๐๐ต ๐ต๐ฎ๐ฟ๐ถ。
Hendaknya bagi setiap muslim untuk melazimkan rukyat (melihat) di negrinya masing-masing di awal ramadhan maupun di akhir ramadhan.
Mereka tidak boleh berpuasa berdasarkan penampakan hilal di negara lain, agar tidak menimbulkan perpecahan di kalangan umat Islam.
Hendaknya dia berpuasa bersama kaum muslimin di negaranya setiap kali mereka mulai berpuasa.
Hendaknya berbuka puasa bersama kaum muslimin , dan perlu saya sampaikan bahwa pepatah yang mengatakan bahwa setiap negeri mempunyai titik tolaknya (waktu berpuasa dan berbuka, pen-) masing-masing adalah pepatah yang kuat, dan pepatah ini telah dipraktikkan sejak zaman dahulu oleh para salafush sholih.
[Kitab Kayfa Nastaqbilu Syahru Ramadhan ? karya Syaikh Dr. Abu Abdullah, hlm. 25]
Terjemah oleh :
Abu fahry
◻️◻️◻️◻️

Komentar
Posting Komentar