Mengiringi jenazah disertai baca tahlil dengan suara keras itu bid'ah
Serial kitab
*"Ahkaamul Janaaiz wa bida'uha"*
Karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani Rahimahullah
๐ฐ ๐ ๐๐ก๐๐๐ฅ๐๐ก๐๐ ๐๐๐ก๐๐ญ๐๐ ๐๐๐ฆ๐๐ฅ๐ง๐๐ ๐๐๐๐ ๐ง๐๐๐๐๐ ๐๐๐ก ๐๐๐ฅ๐ฆ๐จ๐๐ฅ๐ ๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐๐ง๐จ ๐๐๐'๐๐
Syaikh al-Albani Rahimahullah mengatakan, termasuk yang dilarang adalah mengeraskan suara dengan bacaan-bacaan dzikir saat mengiringi jenazah, disebabkan yang demikian termasuk perbuatan bid'ah, berdasarkan pernyataan qais bin 'ubaad radhiyallahu 'anhu :
ูุงู ุฃุตุญุงุจ ุงููุจู ๏ทบ ููุฑููู ุฑูุน ุงูุตูุช ุนูุฏ ุงูุฌูุงุฆุฒ
" Dahulu para sahabat nabi ๏ทบ mereka sangat tidak menyukai mengeraskan suara saat mengiringi jenazah.
(HR. Baihaqi 4/74, dan ibnu mubarak dalam Az-Zuhd no.73, abu nu'aim 9/58, dengan sanad yang kuat)
Yang lebih buruk lagi kata syaikh al-albani adalah cara meratapi mayat dengan memutar musik sebagai tanda berkabung saat mengiringi jenazah, mirisnya ini dilakukan disebagian negri kaum muslimin disebabkan taqlid / ikut-ikutan tradisi orang-orang kafir.
Wallahul musta'an.
Imam an-Nawawi Rahimahullah dalam kitabnya al-adzkar hal. 203 beliau rahimahullah mengatakan,
Ketahuilah yang benar sebagaimana dilakukan para salaf radhiyallahu 'anhum saat mengiringi jenazah adalah DIAM, tidak mengeraskan suara dengan bacaan Al-Qur'an, bacaan dzikir, dan yang lainnya.
Adapun hikmah yg tampak dalam hal ini sangat jelas karena diam saat mengiringi jenazah hal ini akan membawa ketenangan hati dan memfokuskan pikiran pada pemakaman jenazah, inilah yang diperlukan dan inilah yang benar dan jangan tertipu karena banyaknya orang-orang di masa ini yang menyelisihi jalannya para salaf.
Ahkaamul Janaaiz wa bida'uha"
Karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani Rahimahullah, hal : 92-93
๐ฐ Tanbih /peringatan
Maka, tidak dibenarkan seseorang mengiringi jenazah dengan membaca dzikir tertentu, apalagi sampai mengkomando orang-orang untuk mengikuti bacaan dzikirnya dengan lantang seperti mengucapkan LAA ILAHA ILLALLAH, karena demikian itu tidak sejalan dengan petunjuk Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya radhiyallahu 'anhum.
Bersambung insya Allah
Di susun dan diterjemah oleh : abu fahry
◻️◻️◻️◻️

Komentar
Posting Komentar