Riya' Lebih Berbahaya Dari Fitnah Dajjal

 ⚠️𝗥𝗜𝗬𝗔' 𝗟𝗘𝗕𝗜𝗛 𝗕𝗘𝗥𝗕𝗔𝗛𝗔𝗬𝗔 𝗗𝗔𝗥𝗜 𝗙𝗜𝗧𝗡𝗔𝗛 𝗗𝗔𝗝𝗝𝗔𝗟


بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Riya’ itu artinya memperlihatkan, yaitu memperlihatkan amal shalih kepada orang lain.

*Riya’ ini lebih berbahaya daripada fitnahnya Dajjal.* Kenapa bisa demikian? Suatu hari para sahabat sedang berkumpul dan mereka sedang berbicara tentang fitnah Dajjal yang sangat berbahaya yang muncul di akhir zaman yang bisa menurunkan hujan dari langit dan bisa menumbuhkan tanah yang tandus dan luar biasa kesaktian Dajjal. Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan:

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَا هُوَ أَخْوَفُ عَلَيْكُمْ عِنْدِي مِنَ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ؟

“Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang suatu fitnah yang lebih aku khawatirkan daripada fitnah Dajjal?” Kata para sahabat: “Tentu Ya Rasulullah, fitnah apakah itu?” Kata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

الشِّرْكُ الْخَفِيُّ

“Syirik yang samar.”

Apa maksudnya syirik yang samar? Ternyata riya’.

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam contohkan:

يَقُومُ الرَّجُلُ فَيُصَلِّي فَيُزَيِّنُ صَلَاتَهُ؛ لِمَا يَرَى مِنْ نَظَرِ رَجُلٍ إِلَيْهِ

“Seseorang berdiri kemudian dia shalat, dia bagus-baguskan shalatnya karena dia tahu ada orang sedang memperhatikan dia shalat.”

Ini contoh, ini namanya syirik khafi (syirik yang tidak terlihat). Seseorang yang memandang orang ini, dia menyangka orang ini ikhlas. Tapi Allah Maha Tahu, karena riya’ tersebut tersembunyi, tidak nampak, tapi Allah tahu dia sedang riya’. Ini syirik yang berbahaya dan lebih berbahaya daripada fitnah Dajjal. Kenapa lebih berbahaya dari fitnah Dajjal?

*Kata para ulama karena fitnah Dajjal hanya muncul di akhir zaman, adapun riya’ bisa muncul setiap saat dan bisa menimpa siapa saja dan kapan saja.*

Dajjal muncul di akhir zaman yang kita belum tentu mendapati fitnah Dajjal, mungkin kita meninggal sebelum Dajjal muncul. Tapi kalau riya’, kita bisa menghadapi penyakit riya’ setiap saat.

*Yang kedua, insyaAllah kalau orang beriman maka bisa terhindar dari fitnah Dajjal. Tetapi kalau riya’, justru seringnya menyerang orang-orang beriman*. Dan bahkan bisa jadi seorang tidak sadar bahwa dirinya dalam kondisi riya’, dia menyangka bahwasanya amal dia banyak ternyata tidak ada nilainya sama sekali. Hal ini karena saking halusnya riya’ tersebut.

Perhatikan bagaimana buruknya perumpamaan riya’ yang Allah sebutkan dalam Al-Qur’an, dalam surat Al-Baqarah ayat 264, kata Allah:

كَالَّذِي يُنفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ

“Seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya’.”

وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّـهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

“Tidak beriman kepada Allah dan hari akhirat.”

Perumpamaan orang yang berinfak karena riya’ itu seperti apa?

فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ

“Maka perumpamaan mereka seperti batu yang licin/halus tapi di atasnya ada tanah.”

فَأَصَابَهُ وَابِلٌ

“Tiba-tiba ditimpa hujan yang deras.”

فَتَرَكَهُ صَلْدًا

“Maka hilang semua tanah yang ada di atas batu tersebut, yang tersisa hanyalah batu yang licin.”

لَّا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُوا

“Mereka tidak menguasai satupun dari apa yang mereka usahakan.” (QS. Al-Baqarah[2]: 264)

Ini perumpamaan yang luar biasa. Maksudnya apa?

*Ibnu Katsir menjelaskan bahwasanya orang yang melakukan riya’, pada hakekatnya adalah amalnya tidak diterima*. Seperti batu yang tidak bisa menumbuhkan tanaman. Kalau menumbuhkan tanaman butuh dengan tanah. Tetapi orang kalau lihat dari luar batu tersebut ada tanah di atasnya. Orang-orang menyangka ini tanah yang subur, mudah ditanami dengan tanaman. Ternyata tidak, tanah itu hanya berada di atas batu yang halus. Buktinya ketika terkena hujan, maka hilanglah semua tanah tersebut dan yang tersisa hanyalah batu yang tidak bisa menumbuhkan tanaman. Maka demikianlah orang-orang yang riya’, dia menyangka bahwasanya amalan dia subur, mudah menumbuhkan pahala, dan orang pun melihat seperti itu. Orang lihat dan mengatakan: “MasyaAllah orang ini..” ternyata kosong, tidak ada isinya sama sekali. Dia terpedaya dan orang-orang juga terpedaya. Inilah bahayanya riya’, syirik yang samar, bisa jadi pelakunya tidak sadar.

Demikian juga orang-orang di sekitarnya tidak sadar, menyangka dia orang shalih, menyangka amalannya banyak, menyangka pahalanya banyak, ternyata seperti batu yang licin dan tidak bisa menumbuhkan tetumbuhan sama sekali.

والعياذ بالله والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

Faidah ilmu dari ceramah ustadzunaa Dr. Firanda Andirja, MA.

◻️◻️◻️

Komentar

Postingan populer dari blog ini

⚠️ 𝗠𝗨𝗦𝗜𝗞 𝗔𝗗𝗔𝗟𝗔𝗛 𝗗𝗜𝗔𝗡𝗧𝗔𝗥𝗔 𝗦𝗘𝗕𝗔𝗕 𝗧𝗨𝗥𝗨𝗡𝗡𝗬𝗔 𝗕𝗘𝗡𝗖𝗔𝗡𝗔

Seputar kebiasaan sholat di masyarakat kita

⚠️ 𝗛𝗨𝗞𝗨𝗠 𝗕𝗘𝗥𝗞𝗨𝗡𝗝𝗨𝗡𝗚 𝗞𝗘 𝗢𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗡𝗔𝗦𝗥𝗔𝗡𝗜 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗠𝗘𝗡𝗚𝗨𝗖𝗔𝗣𝗞𝗔𝗡 '𝗦𝗘𝗟𝗔𝗠𝗔𝗧 𝗡𝗔𝗧𝗔𝗟'