Siapa Yang Diwajibkan Berpuasa ?


 Serial kitab PANDUAN PUASA al-Wajiiz Fii Fiqhis Sunnati wal Kitaabil 'Aziiz

Karya Syaikh dokter 'Abdul 'Azhim Badawi al-Khalafi Hafizhahullah


๐Ÿ”ฐ๐—ฆ๐—œ๐—”๐—ฃ๐—” ๐—ฌ๐—”๐—ก๐—š ๐——๐—œ ๐—ช๐—”๐—๐—œ๐—•๐—ž๐—”๐—ก ๐—•๐—˜๐—ฅ๐—ฃ๐—จ๐—”๐—ฆ๐—” ? 


Ulama bersepakat bahwa puasa diwajibkan atas :

✓Orang Islam, 

✓Berakal, 

✓Sudah balig, 

✓Sehat dan tidak sedang bepergian. 

✓Bagi wanita harus tidak dalam keadaan haid dan nifas. 

(Lihat, Shohih Fiqhus Sunnah 1/506). 


Adapun bagi orang yang tidak berakal dan belum baligh maka tidak diwajibkan berpuasa ramadhan berdasarkan sabda Rasulullah ๏ทบ ,


ุฑُูِุนَ ุงู„ْู‚َู„َู…ُ ุนَู†ْ ุซَู„ุงَุซَุฉٍ: ุนَู†ِ ุงู„ู†َّุงุฆِู…ِ ุญَุชَّู‰ ูŠَุณْุชَูŠْู‚ِุธَ، ูˆَุนَู†ِ ุงู„ุตَّุจِูŠِّ ุญَุชَّู‰ ูŠَุญْุชَู„ِู…َ، ูˆَุนَู†ِ ุงู„ْู…َุฌْู†ُูˆْู†ِ ุญَุชَّู‰ ูŠَุนْู‚ِู„َ.


“Pena (catatan pahala dan dosa) diangkat (dibebaskan) dari tiga golongan: orang yang tidur sampai bangun, anak kecil sampai bermimpi (baligh), orang gila sampai ia kembali sadar (berakal).”

[HR. Abu Dawud (no. 4403), Shahiih Sunan Abi Dawud (III/832 no. 3703)]


Di anjurkan untuk wali /orang tua sang anak yang belum baligh untuk menyuruhnya berpuasa sampai ia memiliki kemampuan untuk melaksanakannya, sebagai bentuk qudwah atau mengikuti teladannya para sahabat rasulullah ๏ทบ terhadap anak-anak mereka.


Dari Rabi binti Mu’awwid radhiyallahu ‘anha, ia berkata:


ุฃَุฑْุณَู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุบَุฏَุงุฉَ ุนَุงุดُูˆุฑَุงุกَ ุฅِู„َู‰ ู‚ُุฑَู‰ ุงู„ุฃَู†ْุตَุงุฑِ ุงู„َّุชِู‰ ุญَูˆْู„َ ุงู„ْู…َุฏِูŠู†َุฉِ : ู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ุฃَุตْุจَุญَ ุตَุงุฆِู…ًุง ูَู„ْูŠُุชِู…َّ ุตَูˆْู…َู‡ُ ، ูˆَู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ุฃَุตْุจَุญَ ู…ُูْุทِุฑًุง ูَู„ْูŠُุชِู…َّ ุจَู‚ِูŠَّุฉَ ูŠَูˆْู…ِู‡ِ) ، ูَูƒُู†َّุง ุจَุนْุฏَ ุฐَู„ِูƒَ ู†َุตُูˆู…ُู‡ُ ، ูˆَู†ُุตَูˆِّู…ُ ุตِุจْูŠَุงู†َู†َุง ุงู„ุตِّุบَุงุฑَ ู…ِู†ْู‡ُู…ْ ุฅِู†ْ ุดَุงุกَ ุงู„ู„َّู‡ُ ، ูˆَู†َุฐْู‡َุจُ ุฅِู„َู‰ ุงู„ْู…َุณْุฌِุฏِ ، ูَู†َุฌْุนَู„ُ ู„َู‡ُู…ُ ุงู„ู„ُّุนْุจَุฉَ ู…ِู†َ ุงู„ْุนِู‡ْู†ِ ، ูَุฅِุฐَุง ุจَูƒَู‰ ุฃَุญَุฏُู‡ُู…ْ ุนَู„َู‰ ุงู„ุทَّุนَุงู…ِ ุฃَุนْุทَูŠْู†َุงู‡َุง ุฅِูŠَّุงู‡ُ ุนِู†ْุฏَ ุงู„ุฅِูْุทَุงุฑِ


“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengirim utusannya pada siang hari ‘Asyura (sepuluh Muharam) ke desa-desa kaum Anshar di sekitar Madinah untuk mengumumkan, ‘Barangsiapa telah berpuasa sejak pagi hari, hendaklah dia menyempurnakan puasanya. Barangsiapa yang pagi harinya tidak berpuasa, maka hendaknya puasa pada sisa harinya.’ Maka setelah itu kami berpuasa, dan kami membiasakan anak-anak kecil kami untuk berpuasa insya Allah. Kami pergi ke masjid, lalu kami buatkan untuk   mereka (anak-anak) mainan dari kapas yang berwarna. Kalau salah satu diantara mereka menangis karena (kelaparan). Kami berikan kepadanya (mainan tersebut) sampai berbuka puasa.” 

(HR. Bukhari, no. 1960 dan Muslim, no. 1136).


Adapun tidak diwajibkannya puasa Ramadhan untuk orang yang tidak sehat dan sedang bepergian (safar) hal ini berdasarkan firman Allah Ta'ala :


ูَู…َู† ูƒَุงู†َ ู…ِู†ูƒُู… ู…َّุฑِูŠุถًุง ุฃَูˆْ ุนَู„َู‰ٰ ุณَูَุฑٍ ูَุนِุฏَّุฉٌ ู…ِّู†ْ ุฃَูŠَّุงู…ٍ ุฃُุฎَุฑَ


" Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain."

(Qs. Al-Baqarah : 184)


Jika ada orang sakit dan musafir tetap berpuasa, maka puasanya sah. Karena bolehnya berbuka bagi keduanya adalah keringanan/rukhshoh, maka jika keduanya tidak mengambil rukhsokh-nya maka itu juga hal yang baik.


๐Ÿ“šal-Wajiiz Fii Fiqhis Sunnati wal Kitaabil 'Aziiz. Hal.235, Cetakan Daar ibn hazm.


Diterjemah oleh : Abu fahry


◻️◻️◻️

Komentar

Postingan populer dari blog ini

⚠️ ๐— ๐—จ๐—ฆ๐—œ๐—ž ๐—”๐——๐—”๐—Ÿ๐—”๐—› ๐——๐—œ๐—”๐—ก๐—ง๐—”๐—ฅ๐—” ๐—ฆ๐—˜๐—•๐—”๐—• ๐—ง๐—จ๐—ฅ๐—จ๐—ก๐—ก๐—ฌ๐—” ๐—•๐—˜๐—ก๐—–๐—”๐—ก๐—”

Seputar kebiasaan sholat di masyarakat kita

⚠️ ๐—›๐—จ๐—ž๐—จ๐—  ๐—•๐—˜๐—ฅ๐—ž๐—จ๐—ก๐—๐—จ๐—ก๐—š ๐—ž๐—˜ ๐—ข๐—ฅ๐—”๐—ก๐—š ๐—ก๐—”๐—ฆ๐—ฅ๐—”๐—ก๐—œ ๐—จ๐—ก๐—ง๐—จ๐—ž ๐— ๐—˜๐—ก๐—š๐—จ๐—–๐—”๐—ฃ๐—ž๐—”๐—ก '๐—ฆ๐—˜๐—Ÿ๐—”๐— ๐—”๐—ง ๐—ก๐—”๐—ง๐—”๐—Ÿ'