๐ฐ ๐ฆ๐๐ข๐๐๐ง ๐๐๐๐๐ (Bagian pertama)
Serial kitab
*"Ahkaamul Janaaiz wa bida'uha"*
Karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani Rahimahullah
๐ฐ ๐ฆ๐๐ข๐๐๐ง ๐๐๐๐๐
(Bagian pertama)
๐ทShalat gaib adalah shalat yang dikerjakan ketika jenazah tidak ada di tempat yang sama dengan orang-orang yang menyalatkan. Tata caranya adalah sebagaimana shalat jenazah, baik berkaitan dengan empat kali takbir atau tatacara yang lainnya.
Syaikh al-Albani Rahimahullah mengatakan,
Barang siapa mati disuatu daerah dan tidak ada seorangpun disana yang menyolatinya, maka hendaknya dia disholatkan oleh sebagian kaum muslimin dengan sholat ghaib, sebagaimana nabi ๏ทบ menyolati raja najasyi, hal ini sebagaimana diriwayatkan sebagian kumpulan para sahabat nabi ๏ทบ dimana sebagian dengan sebagian sahabat lainnya saling menambahkan.
๐ทBerkaitan dengan shalat ghaib ini, terdapat sebuah hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,
ุฃََّู ุฑَุณَُูู ุงِููู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุนَู ุงَّููุฌَุงุดَِّู ِูู ุงَْْูููู ِ ุงَّูุฐِู ู َุงุชَ ِِููู، ุฎَุฑَุฌَ ุฅَِูู ุงْูู ُุตََّูู َูุตََّู ุจِِูู ْ ََููุจَّุฑَ ุฃَุฑْุจَุนًุง
“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengumumkan kematian (Raja) An-Najasyi pada hari kematiannya. Beliau pun keluar menuju tempat salat, lalu membariskan saf, kemudian takbir empat kali.”
(HR. Bukhari no. 1245 dan Muslim no. 951)
Ahkaamul Janaaiz wa bida'uha"
Karya Syaikh lMuhammad Nashiruddin al-Albani Rahimahullah, hal : 116
๐ท๐ฆ๐ฒ๐ธ๐ถ๐น๐ฎ๐ ๐ง๐ฒ๐ป๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ถ๐๐ฎ๐ต ๐ฅ๐ฎ๐ท๐ฎ ๐ก๐ฎ๐ท๐ฎ๐๐๐ถ
Najasyi adalah julukan (gelar) untuk raja di negeri Habasyah (sekarang Etiopia). Nama aslinya adalah Ashamah. Asalnya, dia beragama Nasrani. Beliau adalah seorang raja yang adil, yang tidak pernah menzalimi rakyatnya sedikit pun. Ketika orang kafir Quraisy di kota Mekah semakin menindas kaum muslimin, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan mereka untuk hijrah ke negeri Habasyah.
Akhirnya, Raja Najasyi pun menyambut kedatangan para sahabat. Raja Najasyi mendengar Al-Qur’an dari mereka dan didakwahi untuk masuk Islam. Raja Najasyi pun masuk Islam dan keislaman beliau pun bagus. Akan tetapi, beliau tidak pernah bertemu dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
Ketika Raja Najasyi meninggal dunia, malaikat Jibril ‘alaihis salaam mengabarkan tentang kematiannya di hari yang sama melalui berita wahyu. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian memerintahkan para sahabat radhiyallahu ‘anhum untuk menyalatkan gaib untuk Raja Najasyi.
(Lihat Tashiilul Ilmaam, 3/43)
Bersambung insya Allah
Di susun dan diterjemah oleh : abu fahry
◻️◻️◻️

Komentar
Posting Komentar