๐ท๐ ๐๐ก๐๐๐ก๐๐ ๐๐จ๐๐๐ก ๐ฅ๐๐๐๐
﷽
๐ท๐ ๐๐ก๐๐๐ก๐๐ ๐๐จ๐๐๐ก ๐ฅ๐๐๐๐
Segala puji bagi Allah semata. Shalawat dan salam tercurah kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam penutup kenabian dan keluarga seta sahabatnya hingga hari kiamat
Telah diketahui oleh umat islam bahwa bulan Rajab adalah termasuk asyhurul hurum (bulan haram/ mulia) yang dikatakan Allah dalam firmannya:
ุฅَّู ุนุฏَّุฉَ ุงูุดُّููุฑِ ุนูุฏ ุงููู ุงุซูุง ุนَุดَุฑَ ุดูุฑุงً ูู ูุชุงุจ ุงููู ููู ุฎَََูู ุงูุณَّู ูุงุชِ ูุงูุฃุฑุถَ ู ููุง ุฃุฑุจْุนุฉ ุญُุฑُู ٌ ุฐูู ุงูุฏِّูู ุงَِّูููู ููุง ุชุธِْูู ُูุง َّูููู ุฃَُْููุณَูู ْ
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu,
[Qs. At-Taubah/9: 36]
Terdapat perbedaan pendapat ulama tentang sebab bulan-bulan ini dinamakan bulan haram. Sebagian mereka mengatakan disebut bulan haram karena besarnya kehormatannya sehingga kebaikan dan amal saleh yang dilakukan pada bulan-bulan tersebut lebih besar pahalanya dibanding bulan-bulan lain sebagaimana dosa yang dilakukan didalamnya juga lebih berat siksaannya. Sebagian lagi mengatakan karena diharamkannya peperangan pada bulan-bulan itu.
Menurut pendapat imam Ibnu Rajab al-Hanbali bulan ini disebut bulan Rajab karena bulan ini diagungkan; karena dalam bahasa arab Rajaba memiliki arti mengagungkan dan memuliakan.
Orang-orang arab jahiliyah dulu memuliakan bulan ini apalagi kabilah Mudhar oleh karena itu bulan ini disebut juga Rajab Mudhar. Mereka pada bulan ini melarang perang dan mereka menunggu-nunggu tanggal 10 untuk berdoa atas orang yang zalim, doa mereka pun dikabulkan. Dan mereka pada bulan ini menyembelih hewan sembelihan yang mereka namakan al-‘atirah yaitu seekor kambing yang dipersebahkan untuk berhala-berhala mereka kemudian darahnya disiram ke kepala berhala-berhala tersebut.
Menurut kebanyakan ulama kebiasaan ini telah dihilangkan oleh Islam berdasarkan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan dalam as-shahihain: (tidak ada lagi fara’-anak unta yang disembelih untuk berhala- dan atirah).
Diriwayatkan dalam hadits Anas bin Malik Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika telah masuk bulan Rajab bersabda: “Ya Allah berkahilan kami pada bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadan” hanya saja sanad hadits ini ada kelemahannya.
Sebagian ulama salaf mengatakan: “Bulan Rajab bulan menanam, bulan Sya’ban bulan menyiram, bulan Ramadan bulan panen.”
Faidah dari kitab “al-Ajab Mimma ahdatsannau fi Rajab” karya Khalid Ahmad Al-Babtain
◻️◻️◻️

Komentar
Posting Komentar