๐ท๐๐๐ ๐ฆ๐๐ข๐๐๐ง ๐๐๐ก๐๐ญ๐๐
Serial kitab
*"Ahkaamul Janaaiz wa bida'uha"*
Karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani Rahimahullah
๐ท๐๐๐ ๐ฆ๐๐ข๐๐๐ง ๐๐๐ก๐๐ญ๐๐
Syaikh al-Albani Rahimahullah mengatakan, Sholat jenazah hukumnya fardhu kifayah, berdasarkan perintah nabi ๏ทบ sebagaimana disebutkan dalam hadits. Diantaranya dalam hadits Zaid bin khaalid al-Juhany :
bahwasanya ada seorang laki-laki dari Sahabat Rasulullah meninggal pada perang Khaibar, kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dikabarkan tentang hal itu, lalu beliau bersabda:
ุตَُّْููุง ุนََูู ุตَุงุญِุจُِูู ْ. َูุชَุบََّูุฑَุชْ ُูุฌُُْูู ุงَّููุงุณِ ِูุฐََِูู, ََููุงَู: ุฅَِّู ุตَุงุญِุจَُูู ْ ุบََّู ِูู ุณَุจِِْูู ุงِููู. ََููุชَุดَْูุง ู َุชَุงุนَُู ََููุฌَุฏَْูุง ุฎَุฑْุฒًุง ู ِْู ุฎَุฑْุฒِ ุงَُْْููููุฏِ ูุงَ ُูุณَุงِูู ุฏِุฑَْูู َِْูู.
“Shalatilah sahabat kalian.” Maka berubahlah raut muka para Sahabat mendengar ucapan beliau, lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya teman kalian telah melakukan kecurangan dalam jihad fii sabilillah.” Kemudian kami memeriksa bekalnya dan kami temukan kain sulaman milik Yahudi yang harganya tidak sampai dua dirham.
(Imam malik dalam al-muwatha 2/14, abu daud 1/425, an-Nasaa'i 1/278, ibnu majah 2/197, hakim 2/127, ahmad 4/ 5-114, dengan sanad yang shohih)
๐ทDikecualikan Hukum Wajibnya Shalat Jenazah Atas Dua golongan :
✓Pertama: Anak kecil yang belum baligh
‘Aisyah Radhiyallahu anhuma berkata,
ู ุงุช ุฅุจุฑุงููู ุงุจู ุงููุจู ๏ทบ ููู ุงุจู ุซู ุงููุฉ ุนุดุฑ ุดูุฑุง ، ููู ูุตّู ุนููู ุฑุณูู ุงّููู ๏ทบ
“Telah meninggal Ibrahim putera Rasulullah, umurnya saat itu delapan belas bulan, dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menshalatinya.”
(HR. Abu daud 2/166 dari jalur ibn hazm 5/158, ahmad 6/267, dengan sanad yang shohih)
✓ Kedua: Orang yang mati syahid.
Sebab nabi ๏ทบ tidak menyolatkan para syuhada yang gugur di perang uhud dan perang yang lainnya.
Akan tetapi hal ini tidak meniadakan di syari'atkannya sholat jenazah pada keduanya namun hukumnya tidak wajib.
Ahkaamul Janaaiz wa bida'uha"
Karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani Rahimahullah, hal : 103-104
Bersambung insya Allah
Di susun dan diterjemah oleh : abu fahry
◻️◻️◻️

Komentar
Posting Komentar