๐Ÿ”ฐ ๐Ÿญ๐Ÿฌ ๐—ž๐—˜๐— ๐—จ๐—ก๐—š๐—ž๐—”๐—ฅ๐—”๐—ก ๐——๐—”๐—Ÿ๐—”๐—  ๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—”๐—ฌ๐—”๐—”๐—ก ๐—ง๐—”๐—›๐—จ๐—ก ๐—•๐—”๐—ฅ๐—จ ๐— ๐—”๐—ฆ๐—˜๐—›๐—œ

 ุจِุณْู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู…ِ ุงู„ู„ู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠْู…ِ


๐Ÿ”ฐ ๐Ÿญ๐Ÿฌ ๐—ž๐—˜๐— ๐—จ๐—ก๐—š๐—ž๐—”๐—ฅ๐—”๐—ก ๐——๐—”๐—Ÿ๐—”๐—  ๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—”๐—ฌ๐—”๐—”๐—ก ๐—ง๐—”๐—›๐—จ๐—ก ๐—•๐—”๐—ฅ๐—จ ๐— ๐—”๐—ฆ๐—˜๐—›๐—œ


1️⃣ Pertama, keharaman merayakan hari Natal dan Tahun Baru.


Umat Islam tidaklah mengenal hari raya, kecuali tiga hari: Idul Fitri, Idul Adha, dan hari Jum’at. Perayaan hari raya, selain tiga hari raya ini, adalah bentuk penyerupaan terhadap kaum kuffar dan perkara baru dalam agama. Rasulullah shallallรขhu ‘alaihi wa sallam bersabda,


ู…َู†ْ ุนَู…ِู„َ ุนَู…َู„ًุง ู„َูŠْุณَ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุฃَู…ْุฑُู†َุง ูَู‡ُูˆَ ุฑَุฏٌّ.


”Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak memiliki tuntunan dari kami, amalan itu tertolak.” 

(Diriwayatkan oleh Muslim dari Aisyah radhiyallรขhu ‘anhรข.)


Tidak ada silang pendapat di kalangan ulama akan keharaman hal di atas.


2️⃣ Kedua, penetapan kalender dengan perhitungan Masehi.


Bagi umat Islam, telah berjalan di tengah mereka penetapan bulan berdasarkan ketetapan Islam. Allah Subhรขnahรป Wa Ta’รขlรข berfirman,


ุฅِู†َّ ุนِุฏَّุฉَ ุงู„ุดُّู‡ُูˆุฑِ ุนِู†ْุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงุซْู†َุง ุนَุดَุฑَ ุดَู‡ْุฑًุง ูِูŠ ูƒِุชَุงุจِ ุงู„ู„َّู‡ِ ูŠَูˆْู…َ ุฎَู„َู‚َ ุงู„ุณَّู…َุงูˆَุงุชِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถَ ู…ِู†ْู‡َุง ุฃَุฑْุจَุนَุฉٌ ุญُุฑُู…ٌ ุฐَู„ِูƒَ ุงู„ุฏِّูŠู†ُ ุงู„ْู‚َูŠِّู…ُ ูَู„َุง ุชَุธْู„ِู…ُูˆุง ูِูŠู‡ِู†َّ ุฃَู†ْูُุณَูƒُู…ْ


“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus maka janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam bulan yang empat itu.” [At-Taubah: 36]


Penyebutan nama-nama bulan telah masyhur dalam berbagai hadits Nabi. Demikian pula, umat Islam telah bersepakat bahwa penanggalan mereka berdasarkan pada hijrah Nabi sehingga mereka hanya mengenal Kalender Hijriyah.


3️⃣ Ketiga, berpartisipasi dalam hari raya mereka.


Imam Malik rahimahullรขh berkata, “Hal yang kubenci (yaitu) ikut bersama mereka pada perahu yang mereka tumpangi, dalam rangka hari raya mereka, karena dikhawatirkan bila kemungkaran dan laknat terhadap mereka turun.” 

( Sebagaimana dalam Al-Luma’ Fi Al-Hawรขdits wa Al-Bida’ 1/294 Karya At-Turkumรขny melalui perantara makalah Nahyu Ahlil Islรขm ‘An Tahni`ah Ahlil Kuffรขr bi A’yรขdihim)


Ibnul Hajj rahimahullรขh berkata, “Seorang muslim tidak halal menjual suatu apapun kepada orang Nashrani menyangkut keperluan hari raya mereka. Tidak daging, tikar, tidak pula pakaian. Juga tidak menimpahkan suatu apapun, walau hanya seekor kendaraan, karena hal tersebut tergolong membantu mereka di atas kekafirannya. Para penguasa memiliki kewajiban untuk melarang kaum muslimin dari hal tersebut.” 

(Sebagaimana dalam Fatawa Ibnu Hajar Al-Haitamy (Al-Fatรขwรข Al-Fiqhiyah Al-Kubrรข) 4/329.)


4️⃣ Keempat, memberi hadiah atau ucapan selamat.


Ibnul Qayyim rahimahullรขh berkata, “Adapun memberi ucapan selamat kepada simbol-simbol khusus kekafiran, (hal tersebut ) adalah haram menurut kesepakatan (ulama) ….” 



Bahkan Abu Hafs Al-Hanafy rahimahullรขh berlebihan dengan berkata, “Barangsiapa yang memberi hadiah telur kepada seorang musyrik untuk mengagungkan hari (raya mereka), sungguh dia telah kafir kepada Allah Ta’รขlรข.” 

(Fathul Bรขry 3/263 cet. Dรขr Thaibah)


5️⃣ Kelima, berpakaian dengan pakaian mereka.


Telah sah dari Nabi shallallรขhu ‘alaihi wa sallam akan celaan terhadap memakai pakaian orang-orang kafir. Juga terhadap para perempuan, Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman,


ูˆَู„َุง ุชَุจَุฑَّุฌْู†َ ุชَุจَุฑُّุฌَ ุงู„ْุฌَุงู‡ِู„ِูŠَّุฉِ ุงู„ْุฃُูˆู„َู‰


“Dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah dahulu.” [Al-Ahzรขb: 33]


6️⃣ Keenam, menerima hadiah dari perayaan mereka.


Syaikh Ibnu Bรขz rahimahullรขh dan Al-Lajnah Ad-Dรข`imah memfatwakan,


“Seorang muslim tidak boleh memakan (makanan) apapun yang dibuat oleh orang-orang Yahudi, Nashrani, atau musyrikin berupa makanan-makanan hari raya mereka. Seorang muslim juga tidak boleh menerima hadiah hari raya mereka karena (penerimaan) tersebut merupakan bentuk memuliakan mereka, tolong-menolong bersama mereka dalam menampakkan simbol-simbol mereka, dan melariskan bid’ah-bid’ah mereka, serta berserikat bersama mereka pada hari-hari raya mereka, yang terkadang hal tersebut menyeret (seorang muslim) untuk menjadikan hari-hari raya mereka sebagai hari raya kita atau, paling tidak, terjadi pertukaran undangan untuk mengambil makanan atau hadiah pada hari raya kita dan hari raya mereka. Hal ini merupakan bentuk-bentuk fitnah dan perbuatan bid’ah dalam agama.


Telah sah dari Nabi shallallรขhu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda, “Siapa yang mengada-adakan perkara baru dalam agama kami hal yang bukan dari agama, hal tersebut tertolak.”


Juga tidak diperbolehkan untuk memberi hadiah kepada mereka perihal hari raya mereka.” 

(Fatรขwรข Al-Lajnah 22/399.)


7️⃣ Ketujuh, ikut andil dalam kemaksiatan dan kemungkaran. Rasulullah shallallรขhu ‘alaihi wa sallam bersabda,


ู…َุง ู…ِู†ْ ู‚َูˆْู…ٍ ูŠُุนْู…َู„ُ ูِูŠْู‡ِู…ْ ุจِุงู„ْู…َุนَุงุตِูŠْ ุซُู…َّ ูŠَู‚ْุฏِุฑُูˆْู†َ ุนَู„َู‰ ุฃَู†ْ ูŠُุบَูŠِّุฑُูˆุง ุซُู…َّ ู„ุงَ ูŠُุบَูŠِّุฑُูˆุง ุฅِู„ุงَّ ูŠُูˆْุดِูƒُ ุฃَู†ْ ูŠَุนُู…َّู‡ُู…ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ู…ِู†ْู‡ُ ุจِุนِู‚َุงุจٍ.


“Tidaklah suatu kaum, yang diperbuat kemaksiatan-kemaksiatan di antara mereka, kemudian mereka sanggup mengubah hal itu, lantas mereka tidak mengubah hal tersebut, kecuali dikhawatirkan bahwa Allah akan menimpakan siksaan terhadap mereka semua secara umum.” 

(Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzy, Ibnu Majah dan selainnya dari Abu Bakr radhiyallรขhu ‘anhรป. Dishahihkan oleh Albany dalam Ash-Shahih no. 1574, 3353.)


Hendaknya setiap hamba bertakwa kepada Allah Subhรขnahรป Wa Ta’รขlรข serta menjaga diri dan keluarganya terhadap segala hal yang mendatangkan kemurkaan Allah ‘Azza Wa Jalla,


ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ู‚ُูˆุง ุฃَู†ْูُุณَูƒُู…ْ ูˆَุฃَู‡ْู„ِูŠูƒُู…ْ ู†َุงุฑًุง


“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian terhadap api neraka.” 

[At-Tahrรฎm: 6]


Wallahu A’lam.

▫▫▫▫


Komentar

Postingan populer dari blog ini

⚠️ ๐— ๐—จ๐—ฆ๐—œ๐—ž ๐—”๐——๐—”๐—Ÿ๐—”๐—› ๐——๐—œ๐—”๐—ก๐—ง๐—”๐—ฅ๐—” ๐—ฆ๐—˜๐—•๐—”๐—• ๐—ง๐—จ๐—ฅ๐—จ๐—ก๐—ก๐—ฌ๐—” ๐—•๐—˜๐—ก๐—–๐—”๐—ก๐—”

Seputar kebiasaan sholat di masyarakat kita

⚠️ ๐—›๐—จ๐—ž๐—จ๐—  ๐—•๐—˜๐—ฅ๐—ž๐—จ๐—ก๐—๐—จ๐—ก๐—š ๐—ž๐—˜ ๐—ข๐—ฅ๐—”๐—ก๐—š ๐—ก๐—”๐—ฆ๐—ฅ๐—”๐—ก๐—œ ๐—จ๐—ก๐—ง๐—จ๐—ž ๐— ๐—˜๐—ก๐—š๐—จ๐—–๐—”๐—ฃ๐—ž๐—”๐—ก '๐—ฆ๐—˜๐—Ÿ๐—”๐— ๐—”๐—ง ๐—ก๐—”๐—ง๐—”๐—Ÿ'