๐ฐ ๐ ๐๐ก๐ฌ๐๐๐๐ฅ๐๐๐๐ก ๐ช๐๐๐ง๐จ ๐๐๐ฅ๐๐จ๐๐ ๐ฃ๐จ๐๐ฆ๐
๐Serial kitab al-mulakhkhashul fiqhii
Karya Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan Hafizhahullah
๐ PANDUAN PUASA
๐ฐ ๐ ๐๐ก๐ฌ๐๐๐๐ฅ๐๐๐๐ก ๐ช๐๐๐ง๐จ ๐๐๐ฅ๐๐จ๐๐ ๐ฃ๐จ๐๐ฆ๐
Di antara rukun puasa adalah berniat. Niat itu harus ada, namun cukuplah di hati, karena itulah yang dipersyaratkan (pen).
Adapun niat puasa wajib Ramadhan harus ada di malam hari sebelum masuk waktu fajar (Shubuh).
Jika seseorang sudah berniat untuk puasa wajib namun tidaklah dia bangun melainkan setelah terbit fajar (kesiangan, pen) kemudian dia berpuasa maka puasanya sah, sempurna, in sya Allah.
Di sunnahkan untuk menyegerakan waktu berbuka puasa setelah matahari terbenam dipastikan dengan melihatnya, atau jika sangat yakin berdasarkan informasi yang dapat diandalkan, seperti adzan atau cara lainnya.
َูุนَْู ุณَِْูู ุจِْู ุณَุนْุฏٍ ุฑَุถَِู ุงَُّููู ุนَُْูู ، ุฃََّู ุฑَุณَُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุงَู : َูุง َูุฒَุงُู ุงَّููุงุณُ ุจِุฎَْูุฑٍ ู َุง ุนَุฌَُّููุง ุงِْููุทْุฑَ
Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka.”
(Muttafaqun ‘alaih).
Bersambung insya Allah.
Syaikh Sholih bin Fauzan al-Fauzan Hafizhahullah, Al-Mulakhkhashul Fiqhii, hal. 212 Daarul 'ilmiyyah.
Di terjemah oleh : Abu Fahry

Komentar
Posting Komentar