🔰𝗔𝗗𝗔𝗕-𝗔𝗗𝗔𝗕 𝗣𝗨𝗔𝗦𝗔

 📚Serial kitab PANDUAN PUASA al-Wajiiz Fii Fiqhis Sunnati wal Kitaabil 'Aziiz

Karya Syaikh dokter 'Abdul 'Azhim Badawi al-Khalafi Hafizhahullah


🔰𝗔𝗗𝗔𝗕-𝗔𝗗𝗔𝗕 𝗣𝗨𝗔𝗦𝗔


Dianjurkan bagi orang yang berpuasa untuk memperhatikan adab-adab berikut ini:


✓ Pertama, makan sahur. 


Dalilnya hadits dari anas radhiyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,


تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً


“Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.” 

(Muttafaqun ‘alaih)


Mencukupkan makan sahur meskipun hanya dengan seteguk air, berdasarkan hadits dari abdullah bin amr ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,


تسحّرو ولو بجرعة ماءٍ


" Makan sahurlah kalian meskipun hanya dengan seteguk air " 

(Shohih, Riwayat Ibnu Abu Syaibah dan Ahmad)


Dianjurkan pula untuk mengakhirkan makan sahur.


Dari Anas radhiallahu ‘anhu dari Zaid bin Tsabit radhiallahu ‘anhu berkata, 


تسحّرنا مع النبي ﷺ ثمّ قام إلیٰ الصّلاة ، قلت : كم كان بين الأذان والسّحور ؟ قال : قدر خمسين آية



“Kami makan sahur bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian melaksanakan salat.” Aku (Anas) berkata, “Berapa lama antara iqamah dan makan sahur?” Zaid bin Tsabit radhiallahu ‘anhu berkata, “Jangka waktu untuk membaca Al Quran 50 ayat.” 

(Muttafaqun ‘alaih)


Jika azan terdengar sedangkan makanan dan minuman masih berada di tangan, maka boleh untuk meneruskan makan dan minum.

Berdasarkan hadits dari abu hurairah radhiyallahu 'anhu ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,


 إِذَا سَمِعَ أَحَدُكُمْ النِّدَاءَ وَالإِنَاءُ عَلَى يَدِهِ فَلا يَضَعْهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ مِنْهُ


“Jika salah seorang dari kalian telah mendengar adzan sementara piring masih ada di tangannya, maka janganlah meletakkannya sampai ia menyelesaikan hajatnya”. 

[HR. Ahmad: 10251 dan Abu Daud: 2350 dan telah ditashih oleh Albani di dalam Shahih Abu Daud]


✓ Kedua, menahan diri dari kata-kata sia-sia dan kotor/menjijikkan dan sejenisnya yang bertentangan dengan puasa.

Berdasarkan hadits dari abu hurairah radhiyallahu 'anhu Rasulullah ﷺ bersabda,


وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَصْخَبْ ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ ، أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى امْرُؤٌ صَائِمٌ


“Jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa, maka janganlah berkata-kata kotor, dan jangan pula bertindak bodoh. Jika ada seseorang yang mencelanya atau mengganggunya, hendaklah mengucapkan: sesungguhnya aku sedang berpuasa.” 

(HR. Bukhari no. 1904 dan Muslim no. 1151)


✓ Ketiga, dermawan dan mempelajari Al Quran.


Dalam shahihain, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,


كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ جِبْرِيلُ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ


“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar bersedekah. Semangat beliau dalam bersedekah lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” 

(HR. Bukhari no. 3554 dan Muslim no. 2307)


✓Keempat, menyegerakan berbuka puasa.


وَعَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ


Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka.” 

(Muttafaqun ‘alaih).


✓Kelima, berbuka puasa secara sederhana dengan hal-hal yang disebutkan dalam hadis anas berikut.


كان رسول الله ﷺ يُفطر علیٰ رُطبات قبل أن يُصليَ ، فإن لم تكن رُطبات فعلیٰ تمرات، فإن لم تكن حسا حسوات من الماء


“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka dengan kurma basah sebelum salat. Jika tidak ada kurma basah maka beliau berbuka dengan kurma kering. Jika tidak ada kurma kering maka beliau minum beberapa teguk air.” 

(Hasan Sahih. HR. Abu Daud, Tirmidzi)


✓Keenam, berdoa pada saat berbuka sesuai dengan hadis ibnu umar berikut.


كان رسول اللّه إذا أفطر قال : 

 ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ


“Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka beliau berdoa yang artinya, ‘Rasa haus telah hilang, kerongkongan telah basah, pahala telah ditetapkan, Insyaa Allah.’” 

(Hasan. Sahih Sunan Abu Daud)


📚al-Wajiiz Fii Fiqhis Sunnati wal Kitaabil 'Aziiz. Hal. 230-231 Cetakan Daar ibn hazm.


Diterjemah oleh : Abu fahry


◻️◻️◻️


Komentar

Postingan populer dari blog ini

⚠️ 𝗠𝗨𝗦𝗜𝗞 𝗔𝗗𝗔𝗟𝗔𝗛 𝗗𝗜𝗔𝗡𝗧𝗔𝗥𝗔 𝗦𝗘𝗕𝗔𝗕 𝗧𝗨𝗥𝗨𝗡𝗡𝗬𝗔 𝗕𝗘𝗡𝗖𝗔𝗡𝗔

Seputar kebiasaan sholat di masyarakat kita

⚠️ 𝗛𝗨𝗞𝗨𝗠 𝗕𝗘𝗥𝗞𝗨𝗡𝗝𝗨𝗡𝗚 𝗞𝗘 𝗢𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗡𝗔𝗦𝗥𝗔𝗡𝗜 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗠𝗘𝗡𝗚𝗨𝗖𝗔𝗣𝗞𝗔𝗡 '𝗦𝗘𝗟𝗔𝗠𝗔𝗧 𝗡𝗔𝗧𝗔𝗟'