๐ฐ๐๐๐-๐๐๐ ๐ฌ๐๐ก๐ ๐๐๐ฃ๐๐ฅ๐๐ข๐๐๐๐๐๐ก ๐๐๐ง๐๐๐ ๐ฃ๐จ๐๐ฆ๐
๐Serial kitab PANDUAN PUASA al-Wajiiz Fii Fiqhis Sunnati wal Kitaabil 'Aziiz
Karya Syaikh dokter 'Abdul 'Azhim Badawi al-Khalafi Hafizhahullah
๐ฐ๐๐๐-๐๐๐ ๐ฌ๐๐ก๐ ๐๐๐ฃ๐๐ฅ๐๐ข๐๐๐๐๐๐ก ๐๐๐ง๐๐๐ ๐ฃ๐จ๐๐ฆ๐
✓Pertama, mandi untuk menyegarkan badan.
Hal ini juga dikuatkan oleh sebuah riwayat dari Abu Bakr bin Abdirrahman, dari beberapa sahabat nabi ๏ทบ beliau berkata,
ََููุฏْ ุฑَุฃَْูุชُ ุฑَุณَُูู ุงَِّููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ุจِุงْูุนَุฑْุฌِ َูุตُุจُّ ุนََูู ุฑَุฃْุณِِู ุงْูู َุงุกَ ََُููู ุตَุงุฆِู ٌ ู َِู ุงْูุนَุทَุดِ ุฃَْู ู َِู ุงْูุญَุฑِّ
“Sungguh, aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Al ‘Aroj mengguyur kepalanya -karena keadaan yang sangat haus atau sangat terik- dengan air sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa. ”
(HR. Abu Daud no. 2365)
✓ Kedua, berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung namun tidak berlebihan.
Dari laqith bin shabrah ia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda:
ูุจุงูุบ ูู ุงูุงุณุชูุดุงู ุฅูุง ุฃู ุชููู ุตุงุฆู ุงً
“sungguh-sungguhlah dalam istinsyaq kecuali ketika engkau sedang puasa”
(Shohih, ุณุจู)
✓Ketiga, berbekam.
ุนَِู ุงุจِْู ุนَุจَّุงุณٍ – ุฑุถู ุงููู ุนููู ุง – ุฃََّู ุงَّููุจَِّู – ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู – ุงุญْุชَุฌَู َ ، ََْููู ู ُุญْุฑِู ٌ َูุงุญْุชَุฌَู َ ََْููู ุตَุงุฆِู ٌ .
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbekam dalam keadaan berihrom dan berpuasa.
Hukumnya berubah menjadi makruh jika khawatir dirinya menjadi lemah.
ُูุณْุฃَُู ุฃََูุณَ ุจَْู ู َุงٍِูู – ุฑุถู ุงููู ุนูู – ุฃَُْููุชُู ْ ุชَْูุฑََُููู ุงْูุญِุฌَุงู َุฉَ ِููุตَّุงุฆِู ِ َูุงَู ูุงَ . ุฅِูุงَّ ู ِْู ุฃَุฌِْู ุงูุถَّุนِْู
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu ditanya, “Apakah kalian tidak menyukai berbekam bagi orang yang berpuasa?” Beliau berkata, “Tidak, kecuali jika bisa menyebabkan lemah.”
Kedua riwayat di atas adalah riwayat yang shohih.
✍๐ปCatatan :
Yang dihukumi sama dengan bekam adalah donor darah. Jika orang yang ingin mendonorkan darahnya merasa khawatir menjadi lemas maka tidak boleh mendonorkan darah ketika siang hari kecuali sangat dibutuhkan.
✓ Keempat, mencium dan bercumbu dengan istri bagi yang mampu menahan dirinya.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,
َูุงَู ุงَّููุจُِّู – ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู – َُููุจُِّู َُููุจَุงุดِุฑُ ، ََُููู ุตَุงุฆِู ٌ ، ََููุงَู ุฃَู ََُْูููู ْ ูุฅِุฑْุจِِู .
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mencium dan mencumbu istrinya sedangkan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan berpuasa. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan demikian karena beliau adalah orang yang paling kuat menahan syahwatnya.”
(HR. Bukhari no. 1927 dan Muslim no. 1106)
✓Kelima, dalam keadaan junub ketika sudah terbit fajar.
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,
َูุฏْ َูุงَู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ُูุฏْุฑُُِูู ุงَْููุฌْุฑُ ِูู ุฑَู َุถَุงَู ََُููู ุฌُُูุจٌ ู ِْู ุบَْูุฑِ ุญُُูู ٍ ََููุบْุชَุณُِู ََููุตُูู ُ.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjumpai waktu fajar di bulan Ramadhan dalam keadaan junub bukan karena mimpi basah, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi dan tetap berpuasa.”
(HR. Muslim no. 1109)
✓Keenam, menyatukan sahur dan berbuka.
ุนَْู ุฃَุจِู ุณَุนِูุฏٍ – ุฑุถู ุงููู ุนูู – ุฃََُّูู ุณَู ِุนَ ุงَّููุจَِّู – ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู – َُُูููู « ูุงَ ุชَُูุงุตُِููุง ، َูุฃَُُّููู ْ ุฅِุฐَุง ุฃَุฑَุงุฏَ ุฃَْู َُููุงุตَِู ََُْููููุงุตِْู ุญَุชَّู ุงูุณَّุญَุฑِ » . َูุงُููุง َูุฅََِّูู ุชَُูุงุตُِู َูุง ุฑَุณَُูู ุงَِّููู . َูุงَู « ุฅِِّูู َูุณْุชُ ََْูููุฆَุชُِูู ْ ، ุฅِِّูู ุฃَุจِูุชُ ِูู ู ُุทْุนِู ٌ ُูุทْุนِู ُِูู َูุณَุงٍู َูุณِِْููู »
Dari Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhu, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah melakukan wishal. Jika salah seorang di antara kalian ingin melakukan wishal, maka lakukanlah hingga sahur (menjelang Shubuh).” Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau sendiri melakukan wishal.” Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam– bersabda, “Aku tidak seperti kalian. Di malam hari, aku diberi makan dan diberi minum.”
(HR. Bukhari no. 1963).
✓ Ketujuh, menggosok gigi, memakai minyak wangi, minyak rambut, celak mata, obat tetes mata dan suntik.
Dasar dibolehkannya perkara-perkara tersebut adalah kaidah bara’ah ashliyyah (seseorang terbebas dari suatu hukum sampai ada dalil, pent) Seandainya perkara-perkara itu termasuk perkara yang diharamkan ketika berpuasa niscaya Allah dan Rasul-Nya akan menjelaskannya.
Allah berfirman,
َูู َุง َูุงَู ุฑَุจَُّู َูุณِّูุงً
“Dan tidaklah Rabb kalian itu lupa.”
(QS. Maryam: 64)
๐al-Wajiiz Fii Fiqhis Sunnati wal Kitaabil 'Aziiz. Hal. 232 Cetakan Daar ibn hazm.
Diterjemah oleh : Abu fahry
◻️◻️◻️

Komentar
Posting Komentar