⚠️ 𝗠𝗘𝗡𝗚𝗔𝗠𝗔𝗟𝗞𝗔𝗡 𝗜𝗟𝗠𝗨 𝗦𝗬𝗔𝗥'𝗜 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗧𝗘𝗟𝗔𝗛 𝗗𝗜𝗣𝗘𝗟𝗔𝗝𝗔𝗥𝗜
Serial kitab adab & akhlak penuntut ilmu
Karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas رحمہ الله
⚠️ 𝗠𝗘𝗡𝗚𝗔𝗠𝗔𝗟𝗞𝗔𝗡 𝗜𝗟𝗠𝗨 𝗦𝗬𝗔𝗥'𝗜 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗧𝗘𝗟𝗔𝗛 𝗗𝗜𝗣𝗘𝗟𝗔𝗝𝗔𝗥𝗜
Menuntut ilmu syar'i bukanlah tujuan akhir, tetapi sebagai pengantar kepada tujuan yang agung, yaitu adanya rasa TAKUT kepada Allah, merasa diawasi oleh-Nya, taqwa kepada-Nya, dan mengamalkan tuntutan dari ilmu tersebut. Dengan demikian , maka siapa saja yang menuntut ilmu bukan untuk DIAMALKAN, niscaya ia diharamkan dari keberkahan ilmu, kemuliaannya, dan ganjaran pahalanya yang besar.
(Kaifa tatahammas li thalabil 'ilmi syar'i hal.74)
Allah Ta'ala berfirman,
وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ
Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu...
(Qs. At-Taubah : 105)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mewanti-wanti agar kita mengamalkan ilmu yang sudah diketahui (dipelajari), beliau bersabda,
لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ
“Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai:
(1) umurnya di manakah ia habiskan,
(2) ilmunya di manakah ia amalkan,
(3) hartanya bagaimana ia peroleh dan
(4) di mana ia infakkan dan
(5) mengenai tubuhnya di manakah usangnya.”
(HR. Tirmidzi no. 2417, dari Abi Barzah Al Aslami. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Dalam hadits yang lain beliau bersabda,
مثل العالم الذي يعلم الناس الخير و ينسى نفسه كمثل السراج يضيء للناس و يحرق نفسه
“Permisalan seorang alim yang mengajari kebaikan kepada manusia namun melupakan dirinya (karena tidak mengamalkan ilmunya) adalah seperti lilin yang menerangi manusia namun justru membakar dirinya sendiri.”
(Al Jami’ush Shaghir wa Ziyadatuhu nomor 10770 dengan sanad yang shahih)
📚 Kitab adab & akhlak penuntut ilmu
Karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas رحمہ الله, hal : 39-41
Bersambung in syaa Allah

Komentar
Posting Komentar