๐Ÿ”ฐ ๐—ฆ๐—˜๐—ฃ๐—จ๐—ง๐—”๐—ฅ ๐—™๐—œ๐—ž๐—œ๐—› ๐—ค๐—”๐——๐—›๐—” ๐—ฃ๐—จ๐—”๐—ฆ๐—” ๐—ฅ๐—”๐— ๐—”๐——๐—›๐—”๐—ก (Bagian # 3)

 ๐Ÿ“šSerial kitab al-mulakhkhashul fiqhii

Karya Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan Hafizhahullah


๐Ÿ“œ PANDUAN PUASA


๐Ÿ”ฐ ๐—ฆ๐—˜๐—ฃ๐—จ๐—ง๐—”๐—ฅ ๐—™๐—œ๐—ž๐—œ๐—› ๐—ค๐—”๐——๐—›๐—” ๐—ฃ๐—จ๐—”๐—ฆ๐—” ๐—ฅ๐—”๐— ๐—”๐——๐—›๐—”๐—ก

(Bagian # 3)


๐ŸŒทIbnu Qayyim Rahimahullah mengatakan hukum asal puasa nadzar itu bukan wajib ini adalah pendapat madzhab imam ahmad dan yang lainnya.


Pendapat ini berdasarkan pada riwayat Ibnu Abbas dan Aisyah, sebab hukum asal nadzar dalam syari'at itu bukanlah wajib, puasa nadzar itu seorang bernadzar mewajibkan bagi dirinya maka hal itu menjadi seperti agama, dan itulah sebabnya Nabi menyamakannya dengan agama.


Adapun puasa (Ramadhan) yang semula diperintahkan Allah kepada kaum muslimin merupakan salah satu rukun islam,  puasa itu tidak bisa diwakilkan kepada orang lain, sebagaimana sholat dan mengucapkan dua kalimat syahadat juga tidak  bisa diwakilkan kepada orang lain.


Karena tujuan sholat dan  puasa adalah wujud ketaatan seorang hamba, untuk menjalankan ibadah yang Allah perintahkan dengan benar, oleh sebab itu sholat dan puasa tidak bisa dilakukan oleh orang lain, tidak boleh sholat atau puasa itu diwakilkan oleh orang lain.


๐ŸŒทSyaikhul islam ibnu taimiyah rahimahullah mengatakan,

 Allah tidak mewajibkan puasa Ramadhan kepada orang yang berat atau tidak mampu melaksanakannya, akan tetapi Allah memerintahkan kepada orang yang berat melaksanakan puasa ramadhan tersebut dengan mengeluarkan fidyah berupa makanan kepada orang miskin, dan Allah pun menyuruh bagi yang mampu melaksanakan qadha atau mengganti puasa yang ditinggalkannya di hari yang lain, dan bukan mengqadha hutang puasa orang lain.


Adapun ketentuan untuk jenis puasa nadzar dan semisalnya ini boleh diwakilkan kepada orang lain atau wali atau ahli warisnya berdasarkan hadits-hadits yang shohih.


๐Ÿ”ฐKesimpulan :


“Puasa Ramadan adalah sebuah ibadah yang privat, sehingga mereka yang menjalankan tidak boleh meniatkannya untuk orang lain yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal,”


﴿ูˆَุฃَู† ู„َّูŠْุณَ ู„ِู„ْุฅِู†ุณَุงู†ِ ุฅِู„َّุง ู…َุง ุณَุนَู‰ٰ﴾


"Dan sesungguhnya tidak ada bagi manusia kecuali kebaikan yang diusahakannya." 

(Qs. An-Najm : 39)


Bersambung insya Allah


✒️Syaikh Sholih bin Fauzan al-Fauzan Hafizhahullah, Al-Mulakhkhashul Fiqhii, hal. 217-218 Daarul 'ilmiyyah.


Di terjemah oleh : Abu Fahry


◻️◻️◻️

Komentar

Postingan populer dari blog ini

⚠️ ๐— ๐—จ๐—ฆ๐—œ๐—ž ๐—”๐——๐—”๐—Ÿ๐—”๐—› ๐——๐—œ๐—”๐—ก๐—ง๐—”๐—ฅ๐—” ๐—ฆ๐—˜๐—•๐—”๐—• ๐—ง๐—จ๐—ฅ๐—จ๐—ก๐—ก๐—ฌ๐—” ๐—•๐—˜๐—ก๐—–๐—”๐—ก๐—”

Seputar kebiasaan sholat di masyarakat kita

⚠️ ๐—›๐—จ๐—ž๐—จ๐—  ๐—•๐—˜๐—ฅ๐—ž๐—จ๐—ก๐—๐—จ๐—ก๐—š ๐—ž๐—˜ ๐—ข๐—ฅ๐—”๐—ก๐—š ๐—ก๐—”๐—ฆ๐—ฅ๐—”๐—ก๐—œ ๐—จ๐—ก๐—ง๐—จ๐—ž ๐— ๐—˜๐—ก๐—š๐—จ๐—–๐—”๐—ฃ๐—ž๐—”๐—ก '๐—ฆ๐—˜๐—Ÿ๐—”๐— ๐—”๐—ง ๐—ก๐—”๐—ง๐—”๐—Ÿ'