🔰 𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗧𝗔𝗛 𝗧𝗔𝗨𝗛𝗜𝗗 𝗗𝗔𝗡 𝗟𝗔𝗥𝗔𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗦𝗬𝗜𝗥𝗜𝗞
Serial kitab dalaailut tauhid 50 suaalan wa jawaaban fil 'aqiidah
Karya Syaikh muhammad bin 'Abdul wahhab at-tamimi Rahimahullah
🔰 𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗧𝗔𝗛 𝗧𝗔𝗨𝗛𝗜𝗗 𝗗𝗔𝗡 𝗟𝗔𝗥𝗔𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗦𝗬𝗜𝗥𝗜𝗞
📜 Pertanyaan terakhir :
ما الذي أوتوصيني به ؟
Apa yang engkau wasiatkan kepadaku ?
Jawab :
Aku mewasiatkan kepadmu dari menghasungmu untuk mempelajaru ilmu tauhid, dan membaca buku-buku tauhid, karena dengan mempelajari ilmu tauhid akan memberimu pengetahuan tentang hakekat tauhid yang Allah tugaskan kepada para rasul, juga hakekat syirik yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan diberitakan bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan surga diharamkan bagi pelakunya, dan bagi siapa yang melakukan syirik maka akan terhapuslah amalnya.
Yang terpenting adalah seseorang mempelajari hakekat tauhid yang dengannya Allah mengutus para rasul, dengan tauhid seorang akan menjadi muslim yang terjauhkan dari kesyirikan dan para pelakunya.
*🔰Mohon, tuliskanlah untukku beberapa kata yang mudah-mudahan dengannya Allah memberiku manfaat !*
Wasiat pertamaku untukmu adalah hendaknya engkau memperhatikan dan mempelajari ajaran yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ , yaitu ajaran agama yang datang dari Allah tabaaraka wata'aala.
Sesungguhnya Nabi Muhammad ﷺ datang dengan membawa semua yang dibutuhkan oleh manusia.
Beliau tidak menyisakan suatu amalanpun yang dapat mendekatkan mereka kepada Allah dan kepada surga Nya, melainkan beliau telah memerintahkannya.
Tidak pula Nabi meninggalkan sesuatupun yang dapat menjauhkan mereka dari Allah dan mendekatkan mereka dari adzabnya kecuali beliau telah memperingatkan dan melarangnya.
Dengan itu Allah akan menegakkan hujjah kepada makhluk-Nya pada hari kiamat, dan tidak ada lagi alasan bagi seorangpun untuk membantah dihadapan Allah setelah diutusnya Nabi Muhammad ﷺ.
Allah berfirman tentang nabi Muhammad ﷺ dan saudara-saudaranya dari kalangan para rasul.
إِنَّآ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ كَمَآ أَوْحَيْنَآ إِلَىٰ نُوحٍ وَٱلنَّبِيِّۦنَ مِنۢ بَعْدِهِۦ
"Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya,"
(Qs. An-Niisa : 163-165)
لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى ٱللَّهِ حُجَّةٌۢ بَعْدَ ٱلرُّسُلِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا
"..agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
(Qs. An-Niisa : 165)
Dan perkara terbesar yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ dari sisi Allah dan perintah pertama kepada manusia yang datang dari Allah adalah mentauhidkan Allah dalam beribadah kepada-Nya, hanya kepada Allah semata dan tidak menyekutukanNya, dan memurnikan amalan hanya untuk Allah saja.
Sebagaimana firman Allah 'Azza wa Jalla :
يٰۤاَيُّهَا الۡمُدَّثِّرُۙ ١
Wahai orang yang berkemul (berselimut)!
قُمۡ فَاَنۡذِرۡۙ ٢
Bangunlah, lalu berilah peringatan!
وَرَبَّكَ فَكَبِّرۡۙ ٣
Dan agungkanlah Tuhanmu,
(Qs. Al-Mudatsir : 1-3)
Agungkanlah Rabbmu dengan tauhid dan memurnikan ibadah hanya kepada Nya dan tidak menyekutukanNya, dan perintah mentauhidkan Allah ini sebelum perintah sholat, zakat, puasa, haji dan syi'ar-syi'ar islam yang lainnya.
Adapun makna
قُمۡ فَاَنۡذِرۡۙ
Bangunlah, lalu berilah peringatan!
Adalah peringatkan atau larangan dari berbuat syirik, beribadah semata mata hanya kepada Allah dan tidak menyekutukanNya, dan peringatan atau larangan ini adalah sebelum peringatan atau larangan terhadap zina, mencuri, riba dan menzhalimi orang dan larangan dari berbuat dosa-dosa besar yang lainnya.
Dan pondasi ini merupakan pondasi agama yang paling agung dan paling wajib dan oleh sebab Tauhidlah tujuan Allah menciptakan makhluk, sebagaimana Allah Ta'ala berfirman,
وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku."
(Qs. Adz-Dzaariyat : 56)
Dan oleh sebab tauhidlah Allah mengutus para Rasul dan menurunkan kitab kepada mereka , sebagaimana Allah Ta'ala berfirman,
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱجْتَنِبُوا۟ ٱلطَّٰغُوتَ
"Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu"
(Qs. An-Nahl : 36)
Karenanya pula manusia berselisih antara muslim dan kafir.
Barangsiapa yang berjumpa dengan Allah pada hari kiamat dalam keadaan bertauhid tidak mempersekutukanNya dengan sesuatupun niscaya ia akan masuk surga.
Barangsiapa yang berjumpa dengan Allah pada hari kiamat dengan membawa kesyirikan niscaya ia akan masuk neraka, meskipun ia orang yang paling banyak ibadahnya.
Inilah makna pengakuan syahadatmu " Laa ilaaha illallah", karena sesembahan yang benar, Dia-Lah yang dimintai do'a dan dimintai harapan dalam memperoleh kebaikan dan menghindar dari kejelekan, hanya kepadanya kita takut dan hanya kepada-Nya kita bertawakal.
Syaikhul islam Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah.
📚 Dalaailut tauhid 50 suaalan wa jawaaban fil 'aqiidah
Karya Syaikh muhammad bin 'Abdul wahhab at-tamimi Rahimahullah , hal : 20-21
Diterjemah oleh : abu fahry
=====TAMAT======
◻️◻️◻️◻️

Komentar
Posting Komentar