๐ฐ๐๐๐๐-๐๐๐๐ ๐ง๐๐๐จ๐ฅ
๐ Serial kitab Aadab Islaamiyyah
๐ฐ๐๐๐๐-๐๐๐๐ ๐ง๐๐๐จ๐ฅ
Melanjutkan adab-adab tidur,
✅5. Membaca ayat-ayat al-Qur-an, antara lain:
๐ฎ。 ๐ ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ฐ๐ฎ ๐ฎ๐๐ฎ๐ ๐ธ๐๐ฟ๐๐ถ
ุงَُّููู َูุง ุฅََِٰูู ุฅَِّูุง َُูู ุงْูุญَُّู ุงَُّْููููู ُ ۚ َูุง ุชَุฃْุฎُุฐُُู ุณَِูุฉٌ ََููุง َْููู ٌ ۚ َُูู ู َุง ِูู ุงูุณَّู َุงَูุงุชِ َูู َุง ِูู ุงْูุฃَุฑْุถِ ۗ ู َْู ุฐَุง ุงَّูุฐِู َูุดَْูุนُ ุนِْูุฏَُู ุฅَِّูุง ุจِุฅِุฐِِْูู ۚ َูุนَْูู ُ ู َุง ุจََْูู ุฃَْูุฏِِููู ْ َูู َุง ุฎََُْูููู ْ ۖ ََููุง ُูุญِูุทَُูู ุจِุดَْูุกٍ ู ِْู ุนِْูู ِِู ุฅَِّูุง ุจِู َุง ุดَุงุกَ ۚ َูุณِุนَ ُูุฑْุณُُِّูู ุงูุณَّู َุงَูุงุชِ َูุงْูุฃَุฑْุถَ ۖ ََููุง َูุฆُูุฏُُู ุญِْูุธُُูู َุง ۚ ََُููู ุงْูุนَُِّูู ุงْูุนَุธِูู ُ
“Allah, tidak ada ilah (yang berhak diibadahi) melainkan Dia, Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.”
(Qs. Al-Baqarah/2: 255)
๐ Keterangan ini tercantum di dalam Shahih al-Bukhari dengan syarahnya, Fat-hul Baari XI/267 no. 2311, 5010 (cet. Daar Abi Hayaan, 1416 H) :
Manfaat membaca ayat Kursiy (ketika akan tidur) adalah sebagaimana yang disabdakan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa membaca ayat Kursiy (ketika akan tidur), maka Allah senantiasa menjaganya dan tidak akan didekati syaitan sampai Shubuh.” Hal ini shahih berdasarkan hadits di atas.-penj.
b. ๐ ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ฐ๐ฎ ๐ฑ๐๐ฎ ๐ฎ๐๐ฎ๐ ๐๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ธ๐ต๐ถ๐ฟ ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐๐๐ฟ๐ฎ๐ ๐ฎ๐น-๐๐ฎ๐พ๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ต:
ุขู ََู ุงูุฑَّุณُُูู ุจِู َุง ุฃُْูุฒَِู ุฅَِِْููู ู ِْู ุฑَุจِِّู َูุงْูู ُุคْู َُِููู ۚ ٌُّูู ุขู ََู ุจِุงَِّููู َูู ََูุงุฆَِูุชِِู َُููุชُุจِِู َูุฑُุณُِِูู َูุง َُููุฑُِّู ุจََْูู ุฃَุญَุฏٍ ู ِْู ุฑُุณُِِูู ۚ ََููุงُููุง ุณَู ِุนَْูุง َูุฃَุทَุนَْูุง ۖ ุบُْูุฑَุงََูู ุฑَุจََّูุง َูุฅََِْููู ุงْูู َุตِูุฑُ ﴿ูขูจูฅ﴾ َูุง َُُِّูููู ุงَُّููู َْููุณًุง ุฅَِّูุง ُูุณْุนََูุง ۚ ََููุง ู َุง َูุณَุจَุชْ َูุนَََْูููุง ู َุง ุงْูุชَุณَุจَุชْ ۗ ุฑَุจََّูุง َูุง ุชُุคَุงุฎِุฐَْูุง ุฅِْู َูุณَِููุง ุฃَْู ุฃَุฎْุทَุฃَْูุง ۚ ุฑَุจََّูุง ََููุง ุชَุญْู ِْู ุนَََْูููุง ุฅِุตْุฑًุง َูู َุง ุญَู َْูุชَُู ุนََูู ุงَّูุฐَِูู ู ِْู َูุจَِْููุง ۚ ุฑَุจََّูุง ََููุง ุชُุญَู َِّْููุง ู َุง َูุง ุทَุงَูุฉَ ََููุง ุจِِู ۖ َูุงุนُْู ุนََّูุง َูุงุบِْูุฑْ ََููุง َูุงุฑْุญَู َْูุง ۚ ุฃَْูุชَ ู ََْููุงَูุง َูุงْูุตُุฑَْูุง ุนََูู ุงَْْูููู ِ ุงَْููุงِูุฑَِูู
“Rasul telah beriman kepada al-Qur-an yang diturunkan kepadanya dari Rabb-nya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya dan Rasul-Rasul-Nya. (Mereka mengatakan): ‘Kami tidak membedabedakan antara seorang pun (dengan yang lain) dari Rasul-Rasul-Nya,’ dan mereka mengatakan: ‘Kami dengar dan kami taat.’ (Mereka berdo’a): ‘Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo’a): ‘Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma-aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.’”
(Qs. Al-Baqarah/2: 285-286)
๐Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
ู َْู َูุฑَุฃَ ุจِِูู َุง ِูู ََْูููุฉٍ ََููุชَุงُู.
“Barangsiapa yang membaca dua ayat tersebut pada malam hari maka dua ayat tersebut telah mencukupinya.”
[HR. Al-Bukhari no. 5051 dan Muslim no. 807-808]
Para ulama berselisih faham tentang makna ََููุชَุงُู (dua ayat itu mencukupinya). Dikatakan bahwa maknanya adalah telah mencukupi dari shalat malam, dan dikatakan pula bahwa maknanya adalah telah mencukupinya dari setiap kejelekan yang dilarang dan kejahatan. Syaikh Salim al-Hilali berkata, “Boleh untuk menggabungkan dua makna (masalah) tersebut.”
(Shahiih al-Adzkaar wa Dha’iifuhu lil Imam an-Nawawi, tahqiq Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali (I/258)).-penj
c. ๐ ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ฐ๐ฎ ๐ค๐๐น ๐๐๐๐ฎ๐น๐น๐ฎ๐ฎ๐ต๐ ๐๐ต๐ฎ๐ฑ❟ ๐ค๐๐น ๐ฎ’๐๐๐ฑ๐๐ ๐ฏ๐ถ ๐ฅ๐ฎ๐ฏ๐ฏ๐ถ๐น ๐ณ๐ฎ๐น๐ฎ๐พ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ค๐๐น ๐ฎ’๐๐๐ฑ๐๐ ๐ฏ๐ถ ๐ฅ๐ฎ๐ฏ๐ฏ๐ถ๐ป ๐ป๐ฎ๐ฎ๐。
Hal ini berdasarkan pada riwayat-riwayat yang menganjurkan hal tersebut.
๐Yaitu dengan cara mengumpulkan dua tapak tangan lalu ditiup dan dibacakan,
“Qul Huwallaahu Ahad, qul a’uudzu bi Rabbil falaq dan Qul a’uudzu bi Rabbin naas, kemudian dengan dua telapak tangan mengusap bagian tubuh yang dapat dijangkau dengannya dimulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan, hal ini diulang sebanyak 3 (tiga) kali. (HR. Al-Bukhari dalam Fat-hul Baari 11/277 no. 4439, 5016 ,cet. Daar Abi Hayaan, Muslim no. 2192, Abu Dawud no. 3902, At Tirmidzi no. 3402 dan Ibnu Majah no. 3539-penj.)
Tambahan:-penj.
(a). Membaca surat as-Sajdah ayat pertama hingga akhir dan membaca surat al-Mulk, sebagaimana hadits:
َูุงَู ูุงَََููุงู ُ ุญَุชَّู َْููุฑَุฃَ ุขูู ุชَْูุฒُِْูู ุงูุณَّุฌْุฏَุฉَ َูุชَุจَุงุฑََู ุงَّูุฐِْู ุจَِูุฏِِู ุงْูู ُُْูู.
“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak tidur sebelum beliau membaca Alif laam miim tanziilus Sajdah (As-Sajdah) dan Tabaarakalladzii biyadihilmulku (Al-Mulk).”
(HR. Al-Bukhari dalam al-Adaabul Mufrad no. 1207, 1209, Ahmad e/340. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 585)
(b). ๐ ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ฐ๐ฎ ๐๐๐ฟ๐ฎ๐ ๐๐น-๐๐ฎ๐ฎ๐ณ๐ถ๐ฟ๐๐๐ป:
ُْูู َูุงุฃََُّููุง ุงَْููุงِูุฑَُูู …
“Katakanlah hai orang-orang kafir…”
Manfaatnya: “(Membaca surat al-Kafirun) dapat membebaskan diri dari kesyirikan.”
(HR. Abu Dawud no. 5055, at-Tirmidzi no. 3464, Ahmad 5/456, dishahihkan oleh Ibnu Hibban no. 2363-2364, dan Hakim I/565 serta disepakati oleh adz-Dzahabi, dihasankan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 1161-penj)
(c). ๐๐ฒ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ธ๐ป๐๐ฎ ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐๐ฎ๐น๐ถ ๐ฑ๐ผ’๐ฎ ๐๐ถ๐ฑ๐๐ฟ ๐ฑ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐บ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ฐ๐ฎ ๐ฑ๐ผ’๐ฎ:
ุจِุณْู َِู ุงَُّูููู َّ ุฃَู ُْูุชُ َูุฃَุญَْูุง.
“Dengan Nama-Mu Ya Allah, aku mati dan aku hidup.”
(HR. Al-Bukhari no. 6324 dan Muslim no. 2711)
Referensi :
๐ Aadabul Islaamiyyah
'Abdul Hamid bin 'Abdurrahman as-Suhaibani hal.93-98
Penerbit :
Daar Ibni Khuzaimah
Disusun : abu fahry
▪️▪️▪️

Komentar
Posting Komentar