📝 𝗔𝗗𝗔𝗕-𝗔𝗗𝗔𝗕 𝗠𝗘𝗡𝗚𝗨𝗖𝗔𝗣𝗞𝗔𝗡 𝗦𝗔𝗟𝗔𝗠
📚 Serial kitab Aadab Islaamiyyah
📝 𝗔𝗗𝗔𝗕-𝗔𝗗𝗔𝗕 𝗠𝗘𝗡𝗚𝗨𝗖𝗔𝗣𝗞𝗔𝗡 𝗦𝗔𝗟𝗔𝗠
Kita lanjutkan adab mengucapkan salam berikutnya,
✅ 6. Tidak dibenarkan mencukupkan salam hanya dengan isyarat (lambaian tangan) semata tanpa menyertainya dengan lafazh as-salaamu ‘alaikum, hal ini berdasarkan hadits dari Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تُسَلِّمُوْا تَسْلِيْمَ الْيَهُوْدِ، فَإِنَّ تَسْلِيْمَهُمْ بِالرُّؤُوْسِ وَاْلأَكْفِ وَاْلإِشَارَةِ.
“Janganlah kalian memberikan salam sebagaimana salamnya orang-orang Yahudi, karena sesungguhnya cara Yahudi memberi salam adalah dengan (anggukan) kepala dan lambaian tangan atau dengan isyarat (tertentu).”
[HR. At-Tirmidzi no. 2695, dengan sanad hasan. Lihat Silsilah al-Ahaadits ash-Shahiihah no. 2194]
Larangan tersebut dikhususkan bagi orang yang masih sanggup untuk mengucapkan lafazh salam dengan lisannya baik secara hissi maupun syar’i. Namun dibolehkan bagi mereka yang mempunyai kesibukan, sehingga mereka susah atau tercegah untuk menjawab salam, misalnya orang yang sedang shalat, atau orang yang terlihat jauh, atau orang bisu dan begitu pula bentuk salam bagi orang yang tuli.
Bersambung insya Allah
Referensi :
📚 Aadabul Islaamiyyah
'Abdul Hamid bin 'Abdurrahman as-Suhaibani hal.87
Penerbit :
Daar Ibni Khuzaimah
Disusun : abu fahry
◻️◻️◻️◻️

Komentar
Posting Komentar