๐ก ๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐ ๐ช๐๐๐๐๐๐๐ก๐ก๐ฌ๐ ๐ฃ๐จ๐๐ฆ๐
๐ Serial kitab fatwa-fatwa seputar puasa
๐ก ๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐ ๐ช๐๐๐๐๐๐๐ก๐ก๐ฌ๐ ๐ฃ๐จ๐๐ฆ๐
Tanya # 01:
๐๐ฝ๐ฎ ๐ต๐ถ๐ธ๐บ๐ฎ๐ต ๐ฑ๐ถ๐๐ฎ๐ท๐ถ๐ฏ๐ธ๐ฎ๐ป๐ป๐๐ฎ ๐ฝ๐๐ฎ๐๐ฎ ?
Jawab :
Apabila kita membaca firman Allah ๏ทป :
َٰูุٓฃََُّููุง ูฑَّูุฐَِูู ุกَุงู َُููุง۟ ُูุชِุจَ ุนََُْูููู ُ ูฑูุตَِّูุงู ُ َูู َุง ُูุชِุจَ ุนََูู ูฑَّูุฐَِูู ู ِู َูุจُِْููู ْ َูุนََُّููู ْ ุชَุชََُّููู
" ๐ฏ๐๐ ๐๐๐๐๐-๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐, ๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐-๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐."
(Qs. Al-Baqarah : 183)
Maka kita akan mengetahui tentang hikmah diwajibkannya puasa yaitu takwa dan ta'abbud lillah yaitu "menghambakan diri atau beribadah sepenuhnya hanya kepada Allah.
Takwa adalah meninggalkan larangan-larangan, secara khusus adalah mengerjakan segala perintah dan menjauhi segala larangan.
Nabi ๏ทบ bersabda,
ู ู ูู ูุฏุน ููู ุงูุฒูุฑ ูุงุนู ู ุจู ู ุงูุฌูู ูููุณ ّููู ุญุงุฌุฉ ุฃู ูุฏุน ุทุนุงู ู ู ุดุฑุจู
“๐ฉ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐ ๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐, ๐๐๐๐ ๐จ๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐.”
(HR. Bukhari no. 1904, dari abu hurairah radhiyallahu 'anhu).
Dari sini jelaslah bahwa orang yang berpuasa dan melaksanakan segala kewajiban, maka dia akan menjauhi perbuatan haram baik yang berupa perkataan maupun perbuatan, sehingga dia tidak mencaci manusia, tidak berbohong, tidak mengadu domba di antara mereka, tidak menjual barang haram dan menjauhi segala macam perbuatan haram. Jika manusia bisa melakukan semua itu dalam sebulan penuh, maka dirinya akan berjalan lurus pada bulan-bulan berikutnya.
Tetapi sayang, banyak orang berpuasa yang tidak membedakan antara hari puasa dengan hari biasa. Pada bulan Ramadhan, mereka berperilaku seperti biasanya, meninggalkan kewajiban, melakukan perbuatan haram, dan tidak merasa bahwa dirinya sedang berpuasa. Memang perbuatan itu tidak membatalkan puasa, tetapi bisa mengurangi pahalanya. Mungkin ketika ditimbang kelak memang ada catatan puasanya, tetapi pahalanya hilang.
Referensi :
๐Kitab fataawa arkaanil islaam, hal. 331. Cet. Daarul ummati lin nasyri wat tauzii'
Karya Syaikh muhammad bin sholih al-'Utsaimin Rahimahullah.
Diterjemahkan oleh :
Ustadz abu fahry hafizhahullah
▪️▪️▪️▪️

Komentar
Posting Komentar