๐ก ๐๐๐๐-๐๐๐๐ ๐ง๐๐๐จ๐ฅ
Serial kitab ๐๐ฑ๐ฎ๐ฏ ๐ต๐ฎ๐ฟ๐ถ๐ฎ๐ป ๐บ๐๐๐น๐ถ๐บ ๐๐ฒ๐น๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ป
๐ก ๐๐๐๐-๐๐๐๐ ๐ง๐๐๐จ๐ฅ
Melanjutkan adab-adab tidur,
7️⃣ Disunnahkan apabila hendak membalikkan tubuh (dari satu sisi ke sisi yang lain) ketika tidur malam untuk mengucapkan do’a:
ูุงَ ุฅَِูู ุฅِูุงَّ ุงُููู ุงَْููุงุญِุฏُ ุงََّْูููุงุฑُ، ุฑَุจُّ ุงูุณَّู َุงَูุงุชِ َูุงْูุฃَุฑْุถِ َูู َุง ุจََُْูููู َุง ุงْูุนَุฒِْูุฒُ ุงْูุบََّูุงุฑُ.
“Tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah Yang Mahaesa, Maha Perkasa, Rabb Yang menguasai langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahamulia lagi Maha Pengampun.”
(HR. Al-Hakim I/540 disepakati dan dishahihkan oleh Imam adz-Dzahabi. Lihat Silsilah al-Ahaadits ash-Shahiihah no. 2066)
8️⃣ Apabila merasa gelisah, risau, merasa takut ketika tidur malam atau merasa kesepian maka dianjurkan sekali baginya untuk berdo’a sebagai berikut:
ุฃَุนُْูุฐُ ุจَِِููู َุงุชِ ุงِููู ุงูุชَّุงู َّุงุชِ ู ْู ุบَุถَุจِِู َูุนَِูุงุจِِู َูุดَุฑِّ ุนِุจَุงุฏِِู َูู ِْู َูู َุฒَุงุชِ ุงูุดََّูุงุทِِْูู َูุฃَْู َูุญْุถُุฑُِْูู.
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dari godaan para syaitan dan dari kedatangan mereka kepadaku.”
(HR. Abu Dawud no. 3893, at-Tirmidzi no. 3528 dan lainnya. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahii-hah no. 264)
9️⃣ Memakai celak mata ketika hendak tidur, berdasarkan hadits Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma :
ุฃََّู ุงَّููุจَِّู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุงَู َْููุชَุญُِู ุจِุงูุฅِุซْู ِุฏِ َُّูู ََْูููุฉٍ َูุจَْู ุฃَْู ََููุงู َ ِْูู ُِّูู ุนٍَْูู ุซَูุงَุซَุฉَ ุฃَู َْูุงٍู.
“Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa memakai celak dengan batu celak setiap malam sebelum beliau hendak tidur malam, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memakai celak pada kedua matanya sebanyak tiga kali go-resan.”
(HR. Ibnu Majah no. 3497. Lihat Syamaa-il Muhammadiyyah hal. 44)
๐ Hendaknya mengibaskan tempat tidur (membersihkan tempat tidur dari kotoran) ketika hendak tidur.
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
ุฅِุฐَุง ุฌَุงุกَ ุฃَุญَุฏُُูู ْ ุฅَِูู ِูุฑَุงุดِِู ََْูููุฃْุฎُุฐْ ุฏَุงุฎَِูุฉَ ุฅِุฒَุงุฑِِู ََُْْูููููุถْ ุจَِูุง ِูุฑَุงุดَُู َُْูููุณَู ِّ ุงَููู َูุฅَُِّูู ูุงَ َูุนَْูู ُ ู َุง ุฎَََُููู ุจَุนْุฏَُู.
“Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan, ‘bismillaah,’ karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.”
(HR. Al-Bukhari no. 6320, Muslim no. 2714, at-Tirmidzi no. 3401 dan Abu Dawud no. 5050. Lafazh yang seperti ini berdasarkan riwayat Muslim)
1️⃣1️⃣ Jika sudah bangun tidur hendaknya membaca do’a sebelum berdiri dari tempat pembaringan, yaitu:
ุงَْูุญَู ْุฏُ ِِููู ุงَّูุฐِู ุฃَุญَْูุงูุงَ ุจَุนْุฏَู َุง ุฃَู َุงุชََูุง َูุฅَِِْููู ุงُّููุดُْูุฑُ.
“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah ditidurkan-Nya dan kepada-Nya kami dibangkitkan.”
(HR. Al-Bukhari no. 6312 dan Muslim no. 2711.-penj)
1️⃣2️⃣ Hendaknya menyucikan hati dari setiap dengki yang (mungkin timbul) pada saudaranya sesama muslim dan membersihkan dadanya dari setiap kemarahannya kepada manusia lainnya.
1️⃣3️⃣ Hendaknya senantiasa menghisab (mengevaluasi) diri dan melihat (merenungkan) kembali amalan-amalan dan perkataan-perkataan yang pernah diucapkan.
1️⃣4️⃣ Hendaknya bersegera bertaubat dari seluruh dosa yang dilakukan dan memohon ampun kepada Allah dari setiap dosa yang dilakukan pada hari itu.
๐ทMasih ada sunnah-sunnah yang lain berkaitan dengan adab tidur, di antaranya adalah sebagai berikut:
Sunnah-sunnah sebelum tidur:
(a). Meletakkan tangannya yang kanan di bawah pipi kanannya.
Berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
َูุงَู ุฅِุฐَุง ุฑََูุฏَ َูุถَุนَ َูุฏَُู ุงُููู َْูู ุชَุญْุชَ ุฎَุฏِِّู.
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya.”
[HR. Abu Dawud no. 5045, at-Tirmidzi no. 3395, Ibnu Majah no. 3877 dan Ibnu Hibban no. 2350]
(b). Membaca do’a:
ุงَُّูููู َّ ุฑَุจَّ ุงูุณَّู ุงَูุงุชِ ุงูุณَّุจْุนِ َูุฑَุจَّ ุงْูุฃَุฑْุถِ، َูุฑَุจَّ ุงْูุนَุฑْุดِ ุงْูุนَุธِْูู ِ، ุฑَุจََّูุง َูุฑَุจَّ ُِّูู ุดَْูุกٍ، َูุงَِูู ุงْูุญَุจِّ َูุงََّูููู، َูู ُْูุฒَِู ุงูุชَّْูุฑَุงุฉِ َูุงْูุฅِْูุฌِِْูู َูุงُْููุฑَْูุงِู, ุฃَุนُْูุฐُ ุจَِู ู ِْู ุดَุฑِّ ُِّูู ุดَْูุกٍ ุฃَْูุชَ ุขุฎِุฐٌ ุจَِูุงุตَِูุชِِู، ุงَُّูููู َّ ุฃَْูุชَ ุงْูุฃََُّูู ََْูููุณَ َูุจََْูู ุดَْูุกٌ، َูุฃَْูุชَ ุงْูุขุฎِุฑُ ََْูููุณَ ุจَุนْุฏََู ุดَْูุกٌ، َูุฃَْูุชَ ุงูุธَّุงِูุฑُ ََْูููุณَ َََْูููู ุดَْูุกٌ، َูุฃَْูุชَ ุงْูุจَุงุทُِู ََْูููุณَ ุฏََُْููู ุดَْูุกٌ، ุงْูุถِ ุนََّูุง ุงูุฏََّْูู، َูุฃَุบَِْููุง ู َِู ุงَْْูููุฑِ.
“Ya Allah, Rabb langit (yang tujuh), Rabb bumi, Rabb ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu, Pembelah biji dan benih, Yang menurunkan Taurat, Injil, dan al-Furqaan (al-Qur-an) aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala sesuatu, yang Engkau pegang ubun-ubunnya. Ya Allah, Engkaulah yang paling pertama, tidak ada sesuatu sebelum-Mu dan Engkaulah yang paling akhir, tidak ada sesuatu pun setelah-Mu. Engkaulah yang zhahir, tidak ada sesuatu pun yang mengungguli-Mu dan Engkaulah yang bathin, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Mu, lunasilah hutang kami dan cukupkanlah kami dari kefaqiran (kemiskinan).”
[HR. Muslim no. 2713]
๐ท๐ฆ๐๐ป๐ป๐ฎ๐ต-๐ฆ๐๐ป๐ป๐ฎ๐ต ๐ฆ๐ฒ๐๐ฒ๐น๐ฎ๐ต ๐๐ฎ๐ป๐ด๐๐ป ๐ง๐ถ๐ฑ๐๐ฟ :
(a). Mengusap bekas tidur yang ada di wajah maupun tangan, berdasarkan hadits berikut:
َูุงุณْุชََْููุธَ ุฑَุณُُْูู ุงِููู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุฌََูุณَ َูู ْุณَุญُ ุงَّْูููู َ ุนَْู َูุฌِِْูู ุจَِูุฏِِู.
“Maka bangunlah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari tidurnya kemudian duduk sambil mengusap wajahnya dengan tangannya.”
[HR. Muslim no. 763]
(b). Bersiwak
َูุงَู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุฅِุฐَุง ุงุณْุชََْููุธَ ู َِู ุงَِّْูููู َูุตُْูุดُ َูุงُู ุจِุงูุณَِّูุงِู.
“Apabila Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bangun malam membersihkan mulutnya dengan bersiwak.”
[HR. Al-Bukhari no. 245 dan Muslim no. 255]
(c). Beristintsaar (mengeluarkan atau menyemburkan air dari hidung sesudah menghirupnya)
ุฅِุฐَุง ุงุณْุชََْููุธَ ุฃَุญَุฏُُูู ْ ู ِْู ู ََูุงู ِِู ََْูููุณْุชَْูุซِุฑْ ุซَูุงَุซุงً َูุฅَِّู ุงูุดَّْูุทَุงَู َูุจِْูุชُ ุนََูู ุฎَْูุดُْูู ِِู.
“Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka beristintsaarlah tiga kali karena sesungguhnya syaitan bermalam di rongga hidungnya.”
[HR. Bukhari no. 3295 dan Muslim no. 238].
(d). Mencuci kedua tangan tiga kali, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
ุฅِุฐَุง ุงุณْุชََْููุธَ ุฃَุญَุฏُُูู ْ ู ِْู َْููู ِِู َููุงَ َูุบْู ِุณْ َูุฏَُู ِูู ุงْูุฅَِูุงุกِ ุญَุชَّู َูุบْุณََِููุง ุซَูุงَุซًุง.
“Apabila salah seorang di antara kamu bangun tidur, janganlah ia memasukkan tangannya ke dalam bejana, sebelum ia mencucinya tiga kali.”
[HR. Al-Bukhari no. 162 dan Muslim no. 278]
Sumber
๐ Adaabun Islaamiyyah, hal.101-106, daar ibnu khuzaimah.
Karya 'Abdul Hamid bin 'Abdirrahman as-Suhaibani.
▪️▪️▪️


Komentar
Posting Komentar