๐Ÿ”ฐ ๐— ๐—˜๐—ก๐—ฌ๐—œ๐—•๐—จ๐—ž๐—ž๐—”๐—ก ๐——๐—œ๐—ฅ๐—œ ๐——๐—˜๐—ก๐—š๐—”๐—ก ๐—”๐— ๐—”๐—Ÿ ๐—ฆ๐—›๐—ข๐—Ÿ๐—œ๐—› ๐——๐—œ๐—•๐—จ๐—Ÿ๐—”๐—ก ๐—ฅ๐—”๐— ๐—”๐——๐—›๐—”๐—ก


 ๐Ÿ“šSerial kitab al-mulakhkhashul fiqhii

Karya Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan Hafizhahullah


๐Ÿ“œ PANDUAN PUASA


๐Ÿ”ฐ ๐— ๐—˜๐—ก๐—ฌ๐—œ๐—•๐—จ๐—ž๐—ž๐—”๐—ก ๐——๐—œ๐—ฅ๐—œ ๐——๐—˜๐—ก๐—š๐—”๐—ก ๐—”๐— ๐—”๐—Ÿ ๐—ฆ๐—›๐—ข๐—Ÿ๐—œ๐—› ๐——๐—œ๐—•๐—จ๐—Ÿ๐—”๐—ก ๐—ฅ๐—”๐— ๐—”๐——๐—›๐—”๐—ก


๐ŸŒทOrang yang berpuasa hendaknya ia menyibukkan diri dengan memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur'an, dan amalan-amalan sunnah, karena para salaf (orang-orang shalih terdahulu) ketika mereka puasa ramadhan, mereka sering berdiam, dimesjid, mereka berkata, 

" Kami ingin menjaga puasa kami, dan kami tidak ingin mengghibah siapapun." 


Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


ู…َู†ْ ู„َู…ْ ูŠَุฏَุนْ ู‚َูˆْู„َ ุงู„ุฒُّูˆุฑِ ูˆَุงู„ْุนَู…َู„َ ุจِู‡ِ ูَู„َูŠْุณَ ู„ِู„َّู‡ِ ุญَุงุฌَุฉٌ ูِู‰ ุฃَู†ْ ูŠَุฏَุนَ ุทَุนَุงู…َู‡ُ ูˆَุดَุฑَุงุจَู‡ُ


“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” 

(HR. Bukhari no. 1903).


Oleh sebab taqarrub atau upaya mendekatkan diri kepada Allah itu tidaklah sempurna jika hanya meninggalkan nafsu-nafsu  syahwat yang di bolehkan diluar puasa taqarrub tersebut dikatakan sempurna jika meninggalkan segala apa yang Allah haramkan disetiap keadaan seperti berdusta, dzalim terhadap darah, harta dan kehormatan orang lain.


Di riwayatkan pula dari abu hurairah radhiyallahu 'anhu secara marfu'.


ุงู„ุตุงุฆู… ููŠ ุนุจุงุฏุฉ ู…ุงู„ู… ูŠุบุชุจ ู…ุณู„ู…ุง ุฃูˆ ูŠุคุฐู‡


Orang yang berpuasa berada dalam keadaan beribadah selama ia tidak mengghibah atau menyakiti seorang Muslim.

(HR. Ad-dailami 2/411, HR. Abu daud , adz dzahabi menghasankan hadits ini pun)


Dari anas bin malik radhiyallahu 'anhu,


ู…ุง ุตุงู… ู…ู† ุธู„ ูŠุฃูƒู„ ู„ุญูˆู… ุงู„ู†ุงุณ


"Tidak berpuasa seseorang yang telah makan daging manusia lain(mengumpat)"

(HR.Ad-dailamy 4/77, didha'ifkan oleh syaikh al-albani rahimahullah dalam as silsilatudh dha'ifah no. 4451)


Orang yang berpuasa dia meninggalkan hal-hal yang dibolehkan diluar puasa, namun yang paling utama orang yang berpuasa itu ia meninggalkan segala hal yang tidak halal baginya dalam setiap keadaan, 

untuk menjadi bagian dari mereka yang benar-benar berpuasa.


Bersambung insya Allah


✒️Syaikh Sholih bin Fauzan al-Fauzan Hafizhahullah, Al-Mulakhkhashul Fiqhii, hal. 215-216 Daarul 'ilmiyyah.


Di terjemah oleh : Abu Fahry


◻️◻️◻️

Komentar

Postingan populer dari blog ini

⚠️ ๐— ๐—จ๐—ฆ๐—œ๐—ž ๐—”๐——๐—”๐—Ÿ๐—”๐—› ๐——๐—œ๐—”๐—ก๐—ง๐—”๐—ฅ๐—” ๐—ฆ๐—˜๐—•๐—”๐—• ๐—ง๐—จ๐—ฅ๐—จ๐—ก๐—ก๐—ฌ๐—” ๐—•๐—˜๐—ก๐—–๐—”๐—ก๐—”

Seputar kebiasaan sholat di masyarakat kita

⚠️ ๐—›๐—จ๐—ž๐—จ๐—  ๐—•๐—˜๐—ฅ๐—ž๐—จ๐—ก๐—๐—จ๐—ก๐—š ๐—ž๐—˜ ๐—ข๐—ฅ๐—”๐—ก๐—š ๐—ก๐—”๐—ฆ๐—ฅ๐—”๐—ก๐—œ ๐—จ๐—ก๐—ง๐—จ๐—ž ๐— ๐—˜๐—ก๐—š๐—จ๐—–๐—”๐—ฃ๐—ž๐—”๐—ก '๐—ฆ๐—˜๐—Ÿ๐—”๐— ๐—”๐—ง ๐—ก๐—”๐—ง๐—”๐—Ÿ'