๐Ÿ”ฐ๐—ž๐—˜๐—ช๐—”๐—๐—œ๐—•๐—”๐—ก ๐— ๐—”๐—ก๐—จ๐—ฆ๐—œ๐—” ๐—ฌ๐—”๐—ก๐—š ๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—ง๐—”๐— ๐—”

 ๐Ÿ“šSerial kitab 200 sual wa jawab fii al-'aqiidah al-islaamiyah



๐Ÿ”ฐ๐—ž๐—˜๐—ช๐—”๐—๐—œ๐—•๐—”๐—ก ๐— ๐—”๐—ก๐—จ๐—ฆ๐—œ๐—” ๐—ฌ๐—”๐—ก๐—š ๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—ง๐—”๐— ๐—”


๐ŸŸก๐—ง๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ :


Apa kewajiban hamba (manusia) yang pertama ?


๐Ÿ”ด๐—๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—ฏ :


Kewajiban yang pertama ialah mengetahui segala perkara yang berkaitan dengan penciptaan manusia oleh Allah.

Perkara ini mencakup masalah perjanjian Allah dengan mereka, yang karenanya Dia mengutus para rasul-Nya, dan menurunkan kitab-kitab-Nya.

Ini pula yang mendorong-Nya menciptakan dunia dan akhirat, surga dan neraka, menetapkan al-haqqah (yang pasti terjadi) itu terjadi  dan al-waqi'ah (hari kiamat) pasti tiba, yang menegakkan timbangan, yang menyebarkan lembaran-lembaran (suhuf), yang oleh karenanya ditentukan kesengsaraan dan kebahagiaan, dan berdasarkan perhitungan ini dibagi-bagi-Nya cahaya.

Sementara itu, barang siapa yang tidak diberi cahaya oleh Allah maka ia tidak akan memiliki cahaya.


Sumber :

kitab 200 sual wa jawab fii al-'aqiidah al-islaamiyah

Karya Syaikh al-'Allaamah haafiz ahmad al-hakammi , hal. 7

Terbitan Daar ibnil jauzi


Terjemah : Abu fahry

▪️▪️▪️


Komentar

Postingan populer dari blog ini

⚠️ ๐— ๐—จ๐—ฆ๐—œ๐—ž ๐—”๐——๐—”๐—Ÿ๐—”๐—› ๐——๐—œ๐—”๐—ก๐—ง๐—”๐—ฅ๐—” ๐—ฆ๐—˜๐—•๐—”๐—• ๐—ง๐—จ๐—ฅ๐—จ๐—ก๐—ก๐—ฌ๐—” ๐—•๐—˜๐—ก๐—–๐—”๐—ก๐—”

Seputar kebiasaan sholat di masyarakat kita

⚠️ ๐—›๐—จ๐—ž๐—จ๐—  ๐—•๐—˜๐—ฅ๐—ž๐—จ๐—ก๐—๐—จ๐—ก๐—š ๐—ž๐—˜ ๐—ข๐—ฅ๐—”๐—ก๐—š ๐—ก๐—”๐—ฆ๐—ฅ๐—”๐—ก๐—œ ๐—จ๐—ก๐—ง๐—จ๐—ž ๐— ๐—˜๐—ก๐—š๐—จ๐—–๐—”๐—ฃ๐—ž๐—”๐—ก '๐—ฆ๐—˜๐—Ÿ๐—”๐— ๐—”๐—ง ๐—ก๐—”๐—ง๐—”๐—Ÿ'