⛔ ๐—ง๐—”๐—ž ๐—”๐——๐—” ๐—ฌ๐—”๐—ก๐—š ๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—Ÿ๐—จ ๐——๐—œ๐—ฅ๐—”๐—ฌ๐—”๐—ž๐—”๐—ก ๐—ฃ๐—”๐——๐—” ๐—œ๐—ฆ๐—ฅ๐—”' ๐— ๐—œ'๐—ฅ๐—”๐—

 ﷽


⛔ ๐—ง๐—”๐—ž ๐—”๐——๐—” ๐—ฌ๐—”๐—ก๐—š ๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—Ÿ๐—จ ๐——๐—œ๐—ฅ๐—”๐—ฌ๐—”๐—ž๐—”๐—ก ๐—ฃ๐—”๐——๐—” ๐—œ๐—ฆ๐—ฅ๐—”' ๐— ๐—œ'๐—ฅ๐—”๐—


๐Ÿ“Œ Pertama: BID'AH (mengada-ada) dalam agama, karena tidak ada dalil yg menunjukkan bahwa Rasul ๏ทบ & para sahabat melakukan perayaan isra' mi'raj.


Rasul ๏ทบ bersabda :


ู…َู†ْ ุนَู…ِู„َ ุนَู…َู„ุงً ู„َูŠْุณَ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุฃَู…ْุฑُู†َุง ูَู‡ُูˆَ ุฑَุฏٌّ


"Barangsiapa yg mengamalkan suatu amalan yg tidak kami perintahkan maka amalan tersebut TERTOLAK." 

๐Ÿ“š [HR. Muslim dari 'Aisyah radhiyallahu'anha]


๐Ÿ“Œ Kedua: TASYABBUH (menyerupai) orang kafir, yaitu menyerupai perayaan paskah (kenaikan) Yesus. 


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


ู…َู†ْ ุชَุดَุจَّู‡َ ุจِู‚َูˆْู…ٍ ูَู‡ُูˆَ ู…ِู†ْู‡ُู…ْ


"Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia bagian dari mereka."

๐Ÿ“š [HR. Abu Daud dari Ibnu Umar radhiyallahu'anhuma, Shahih Al-Jaami': 6149]


๐Ÿ“Œ Ketiga: TERJADI MAKSIAT dalam perayaannya, seperti :

• Ikhtilat (campur baur)

• Nyanyian & musik

• Melakukan dzikir-dzkir & doa-doa yg TIDAK DIAJARKAN Rasul ๏ทบ

• Ceramah tanpa berdasarkan dalil-dalil Qur'an dan Sunnah yg sesuai pemahaman Salaf


๐Ÿ“Œ Keempat: KEBOHONGAN tentang tanggal terjadinya Isra' Mi'raj. 

๐ŸŽ“Al-Hafizh Ibnu Hajar Asy-Syafi'i rahimahullah berkata :


"Dan sebagian tukang dongeng telah menyebutkan bahwa peristiwa Isra' terjadi di bulan Rajab. Beliau berkata: Dan itu adalah DUSTA."

๐Ÿ“š [Tabyinul 'Ajab, hal. 11]


๐ŸŽ“Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengkritisi,


ูˆู‚ุฏ ุฃูˆุฑุฏ -ุฃูŠ: ุนุจุฏุงู„ุบู†ูŠ ุงู„ู…ู‚ุฏุณูŠ- ุญุฏูŠุซًุง ู„ุง ูŠุตุญ ุณู†ุฏู‡، ุฐูƒุฑู†ุงู‡ ููŠ ูุถุงุฆู„ ุดู‡ุฑ ุฑุฌุจ ุฃู† ุงู„ุฅุณุฑุงุก ูƒุงู† ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ุณุงุจุน ูˆุงู„ุนุดุฑูŠู† ู…ู† ุฑุฌุจ، ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…


๐ŸŽ“Abdul Ghani Al- Maqdisi, meriwayatkan hadis yang sanadnya tidak shahih, yaitu riwayat yang pernah kita singgung di bab Kautamaan Bulan Rajab bahwa peristiwa Isra’ terjadi pada malam dua puluh tujuh Rojab. Wallahua’lam. 

(Dinukil dari: Khatimun Nabiyyin, hal. 591)


๐ŸŽ“Demikian pula Imam Ibnu Rajab rahimahullah,


ุฃู…ุง ุงู„ุฅุณุฑุงุก، ูู‚ูŠู„: ูƒุงู† ููŠ ุฑุฌุจ، ูˆุถุนูู‡ ุบูŠุฑ ูˆุงุญุฏ، ูˆู‚ูŠู„: ูƒุงู† ููŠ ุฑุจูŠุน ุงู„ุฃูˆู„، ูˆู‡ูˆ ู‚ูˆู„ ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ุงู„ุญุฑุจูŠ، ูˆุบูŠุฑู‡


Berkaitan waktu kejadian Isra’, ada yang berpendapat terjadi di bulan Rajab. Namun tak hanya satu orang ulama yang menilai dho’if riwayat tersebut. Ada yang mengatakan bulan Robi’ul Awwal, pendapat Ibrahim Al Harbi dan yang lainnya. 

(Lihat: Latha-iful Ma’arif, hal. 179)


Beliau juga menyatakan,


ู‚ุฏ ุฑูˆูŠ ุฃู†ู‡ ูƒุงู† ููŠ ุดู‡ุฑ ุฑุฌุจ ุญูˆุงุฏุซ ุนุธูŠู…ุฉ، ูˆู„ู… ูŠุตุญ ุดูŠุก ู…ู† ุฐู„ูƒ


Terdapat riwayat yang menerangkan bahwa di bulan Rajab telah terjadi peristiwa-peristiwa besar (Seperti Isra’ Mi’raj). Namun tak ada satupun riwayat yang shahih. (Lihat : Latho-iful Ma’arif, hal. 233).


๐ŸŽ“ ️Syaikh Sulaiman ar Ruhaili ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ salah seorang ulama di kota Madinah An-Nabawiyyah mengatakan,


"TIDAK ADA riwayat yg menerangkan bahwa peristiwa Isra' dan Mi'raj terjadi di bulan Rajab.


Demikian pula TIDAK ADA keterangan dari para sahabat -semoga Allah meridhoi mereka-, bahwa mereka merayakan peristiwa Isra dan mi'raj. 

Tidak pula dari generasi tabi'in,  tidak pula dari 4 Imam mazhab; yg dijadikan rujukan -semoga Allah meridhoi para ulama pendahulu kita, seluruhnya-. 


Tidak ada keterangan bahwa mereka merayakan peristiwa isra' mi'raj. Bahkan meski satu patah kata pun tentang perayaan ini."


๐ŸŽ“ Ibnu Nuhas mengatakan,


"Memperingati isra' Mi'raj adalah bid'ah yang besar dalam urusan agama. Termasuk perkara baru yang dibuat-buat teman-teman setan."

๐Ÿ“š (Tanbihul Ghafilin, hal. 379 – 380. Dinukil dari Al Bida' Al Hauliyah, hal. 138)


๐Ÿ”ฐ Dari sini kita bisa menarik kesimpulan, bahwa tidak tepatnya perayaan Isra’ Mi’raj. Bagaimana mungkin kita merayakan suatu peristiwa yang bulan dan tanggalnya tidak diketahui secara pasti?


Oleh : bjm mengaji

◻️◻️◻️

Komentar

Postingan populer dari blog ini

⚠️ ๐— ๐—จ๐—ฆ๐—œ๐—ž ๐—”๐——๐—”๐—Ÿ๐—”๐—› ๐——๐—œ๐—”๐—ก๐—ง๐—”๐—ฅ๐—” ๐—ฆ๐—˜๐—•๐—”๐—• ๐—ง๐—จ๐—ฅ๐—จ๐—ก๐—ก๐—ฌ๐—” ๐—•๐—˜๐—ก๐—–๐—”๐—ก๐—”

Seputar kebiasaan sholat di masyarakat kita

⚠️ ๐—›๐—จ๐—ž๐—จ๐—  ๐—•๐—˜๐—ฅ๐—ž๐—จ๐—ก๐—๐—จ๐—ก๐—š ๐—ž๐—˜ ๐—ข๐—ฅ๐—”๐—ก๐—š ๐—ก๐—”๐—ฆ๐—ฅ๐—”๐—ก๐—œ ๐—จ๐—ก๐—ง๐—จ๐—ž ๐— ๐—˜๐—ก๐—š๐—จ๐—–๐—”๐—ฃ๐—ž๐—”๐—ก '๐—ฆ๐—˜๐—Ÿ๐—”๐— ๐—”๐—ง ๐—ก๐—”๐—ง๐—”๐—Ÿ'