๐ ๐ช๐๐๐ง๐จ ๐ก๐๐๐ง ๐๐๐ฅ๐ฃ๐จ๐๐ฆ๐ ๐๐๐ก ๐๐จ๐๐จ๐ ๐ก๐ฌ๐
๐Panduan puasa Ramadhan
๐Serial kitab Al-Fiqhul Muyassar fii Dhauil Kitab was Sunnah.
๐ก๐ฃ๐๐ก๐๐๐ก๐ง๐๐ฅ ๐ง๐๐ก๐ง๐๐ก๐ ๐ฃ๐จ๐๐ฆ๐
▪️Bagian ke tujuh
๐ ๐ช๐๐๐ง๐จ ๐ก๐๐๐ง ๐๐๐ฅ๐ฃ๐จ๐๐ฆ๐ ๐๐๐ก ๐๐จ๐๐จ๐ ๐ก๐ฌ๐
๐ทOrang yang hendak berpuasa wajib berniat puasa, dan niat termasuk salah satu rukun puasa sebagaimana telah dijelaskan berdasarkan sabda nabi ๏ทบ,
ุฅَِّูู َุง ุงْูุฃَุนْู َุงُู ุจِุงَِّّูููุฉِ َُِِّูููู ุงู ْุฑِุฆٍ ู َุง ََููู
“Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. "
(HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)
Dan hendaknya ia berniat puasa sejak dari malam untuk puasa wajib, seperti puasa Ramadhan, puasa kifarat, puasa qadha, puasa nadzar, meskipun sesaat sebelum fajar berdasarkan sabda ๏ทบ,
ู ู ูู ูุจูุช ุงูุตูุงู ูุจู ุงููุฌุฑ ููุง ุตูุงู ูู
“Barang siapa yang belum meniatkan puasa pada malam harinya, maka tiada puasa baginya.”
(HR. Tirmizi no. 733, An-Nasaai no. 4/197, ibnu majah no. 1700, di shahihkan oleh syaikh al-Albani rahimahullah dalam 'shohih tirmizi no. 1154')
Barangsiapa yang baru berniat puasa disiang hari, dan dia belum makan apapun, puasanya tidak sah, kecuali untuk niat puasa sunnah, niat puasa sunnah boleh disiang hari, jika dia belum makan dan minum sedikitpun, berdasarkan hadits dari 'aisyah radhiyallahu 'anha ia berkata,
ุฏَุฎََู ุนَََّูู ุงَّููุจُِّู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ุฐَุงุชَ َْููู ٍ ََููุงَู « َْูู ุนِْูุฏَُูู ْ ุดَْูุกٌ ». ََُْููููุง ูุงَ. َูุงَู « َูุฅِِّูู ุฅِุฐًุง ุตَุงุฆِู ٌ »
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menemuiku pada suatu hari lantas beliau berkata, “Apakah kalian memiliki sesuatu untuk dimakan?” Kami pun menjawab, “Tidak ada.” Beliau pun berkata, “Kalau begitu saya puasa saja sejak sekarang.”
(HR. Muslim no. 1154).
Adapun untuk puasa wajib maka tidaklah sah jika diniatkan sejak siang hari, niat puasa wajib harus dilakukan sejak malam hari.
Dan niat puasa ramadhan cukup dilakukan satu kali untuk satu bulan, namun di sunnahkan untuk memperbaharui niat pada setiap harinya.
๐ Sumber :
Kitab al-fiqhul muyassar fii dhauil kitaabi was sunnati, hal. 154
terbitan Daar a'lamis sunnati.
Penyusun : Tim Ulama fikih.
Dibawah arahan :
Syaikh Shalih bin 'Abdul 'Aziiz alu asy- Syaikh
Diterjemah oleh : Abu
▪️▪️▪️

Komentar
Posting Komentar