🔰 𝗔𝗡𝗝𝗨𝗥𝗔𝗡 𝗠𝗘𝗠𝗣𝗘𝗥𝗕𝗔𝗡𝗬𝗔𝗞 𝗝𝗘𝗠𝗔'𝗔𝗛 𝗞𝗘𝗧𝗜𝗞𝗔 𝗦𝗛𝗢𝗟𝗔𝗧 𝗝𝗘𝗡𝗔𝗭𝗔𝗛
Serial kitab
*"Ahkaamul Janaaiz wa bida'uha"*
Karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani Rahimahullah
🔰 𝗔𝗡𝗝𝗨𝗥𝗔𝗡 𝗠𝗘𝗠𝗣𝗘𝗥𝗕𝗔𝗡𝗬𝗔𝗞 𝗝𝗘𝗠𝗔'𝗔𝗛 𝗞𝗘𝗧𝗜𝗞𝗔 𝗦𝗛𝗢𝗟𝗔𝗧 𝗝𝗘𝗡𝗔𝗭𝗔𝗛
Syaikh al-Albani Rahimahullah mengatakan, shalat jenazah berjama'ah sedikitnya dilakukan oleh 3 orang.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits dari 'Abdullah bin abi thalhah radhiyallahu 'anhuma,
أَنَّ أَبَا طَلْحَةَ دَعَا رَسُوْلَ اللهِ إِلَى عُمَيْرِ بْنِ أَبِيْ طَلْحَةَ حِيْنَ تُوُفِّيَ، فَأَتَاهُ رَسُوْلُ اللهِ فَصَلَّى عَلَيْهِ فِيْ مَنْزِلِهِمْ، فَتَقَدَّمَ رَسُوْلُ اللهِ وَكَانَ أَبُوْ طَلْحَةَ وَرَاءَهُ وَأُمُّ سُلَيْمٍ وَرَاءَ أَبِيْ طَلْحَةَ، وَلَمْ يَكُنْ مَعَهُمْ غَيْرُهُمْ
“Sesungguhnya Abu Thalhah mengundang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyalati jenazah ‘Umair bin Abi Thalhah ketika wafatnya, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatanginya dan menyalatinya di rumah mereka, lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam maju ke depan, sedangkan Abu Thalhah di belakangnya dan Ummu Sulaim di belakang Abu Thalhah, tidak ada orang lain selain mereka.”
(HR . al-Hakim, al-Baihaqi, dan ath-Thabarani Hadits ini dinyatakan sahih oleh al-Albani rahimahullah)
🌷Syaikh al-Albani rahimahullah mengatakan semakin banyak orang yang mengikuti shalat jenazah berjama'ah maka hal ini lebih utama dan lebih bermanfaat bagi mayit, berdasarkan sabda nabi ﷺ,
مَا مِنْ مَيِّتٍ تُصَلِّي عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ يَبْلُغُونَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُونَ لَهُ إِلَّا شُفِّعُوا فِيهِ
“Jenazah yang disalatkan oleh kaum muslimin dengan jumlah melebihi seratus orang, dan semuanya mendoakannya, maka doa mereka untuknya akan dikabulkan.”
(HR. Muslim no. 947, tirmizi, nasaai, al-baihaqi, at-thayalisi, ahmad dari 'Aisyah Radhiyallahu 'anha).
Diampuninya mayit meskipun jumlah orang yang menshalatkan mayit itu lebih sedikit atau kurang dari seratus, selama mereka adalah kaum muslimin yang ketauhidannya sedikitpun tidak tercampur dengan kesyirikan, berdasarkan sabda nabi ﷺ,
مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلًا لَا يُشْرِكُونَ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا شَفَّعَهُمْ اللَّهُ فِيهِ
“Tidaklah seorang muslim meninggal dunia, dan disalatkan oleh lebih dari empat puluh orang, dalam kondisi mereka tidak menyekutukan Allah sedikitpun, niscaya Allah akan mengabulkan syafaat (doa) mereka untuknya.” (HR. Muslim no. 948)
(Dalam hadits tersebut, meskipun disebutkan dengan lafaz “muslim”, akan tetapi wanita muslimah juga tercakup dalam kandungan makna hadits tersebut,pen-)
📚Ahkaamul Janaaiz wa ,bida'uha"
Karya Syaikh lMuhammad Nashiruddin al-Albani Rahimahullah, hal : 126-127
Bersambung insya Allah
Di susun dan diterjemah oleh : abu fahry
◻️◻️◻️

Komentar
Posting Komentar