๐Ÿ”˜ ๐—ฃ๐—˜๐—ก๐—˜๐—ง๐—”๐—ฃ๐—”๐—ก ๐— ๐—”๐—ฆ๐—จ๐—ž ๐—•๐—จ๐—Ÿ๐—”๐—ก ๐—ฅ๐—”๐— ๐—”๐——๐—›๐—”๐—ก ๐——๐—”๐—ก ๐—•๐—˜๐—ฅ๐—”๐—ž๐—›๐—œ๐—ฅ๐—ก๐—ฌ๐—”

 ๐Ÿ“Panduan puasa Ramadhan

๐Ÿ“šSerial kitab Al-Fiqhul Muyassar fii Dhauil Kitab was Sunnah.


๐ŸŸก๐—ฃ๐—˜๐—ก๐—š๐—”๐—ก๐—ง๐—”๐—ฅ ๐—ง๐—˜๐—ก๐—ง๐—”๐—ก๐—š ๐—ฃ๐—จ๐—”๐—ฆ๐—”



▪️Bagian ke enam


๐Ÿ”˜ ๐—ฃ๐—˜๐—ก๐—˜๐—ง๐—”๐—ฃ๐—”๐—ก ๐— ๐—”๐—ฆ๐—จ๐—ž ๐—•๐—จ๐—Ÿ๐—”๐—ก ๐—ฅ๐—”๐— ๐—”๐——๐—›๐—”๐—ก ๐——๐—”๐—ก ๐—•๐—˜๐—ฅ๐—”๐—ž๐—›๐—œ๐—ฅ๐—ก๐—ฌ๐—”


๐ŸŒทMasuknya bulan Ramadhan ditetapkan dengan ru'yatul hilal (melihat bulan sabit), oleh seorang muslim sendiri atau kesaksian yang lainnya, atau kabar berita tentang itu.


Lalu bila seorang muslim yang adil (shalih) bersaksi bahwa ia melihat hilal Ramadhan, maka ditetapkan Ramadhan telah masuk berdasarkan persaksian ini, hal ini sebagaimana firman Allah Ta'ala,


 ูَู…َู† ุดَู‡ِุฏَ ู…ِู†ูƒُู…ُ ูฑู„ุดَّู‡ْุฑَ ูَู„ْูŠَุตُู…ْู‡ُ


" Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu." 

(Qs. Al-Baqarah : 185)


Juga berdasarkan sabda nabi ๏ทบ,


ุฅุฐุง ุฑุฃูŠุชู…ูˆู‡ ูุตูˆู…ูˆุง


 “Jika kalian melihat hilal, maka berpuasalah.."

(HR. Bukhari no. 1900, muslim no. 1080)


Juga berdasarkan hadits ibnu umar radhiyallahu 'anhumaa ia berkata,


ุฃุฎุจุฑุช ุงู„ู†ุจูŠ ๏ทบ ุจุฑุคูŠุฉ ุฑู…ุถุงู† ، ูˆ ุฃู…ุฑ ุงู„ู†ุงุณ ุจุตูŠุงู…ู‡


" Aku mengabarkan kepada nabi ๏ทบ tentang kabar (bahwa kami) melihat hilal ramadhan, maka beliau pun berpuasa, dan menyuruh orang-orang untuk berpuasa."

(HR. Abu daud no. 2342, Hakim dalam al-mustadrak 1/423, Shahih)


Apabila hilal Ramadhan belum terlihat, atau Ramadhan belum terlihat oleh seorang muslim yang adil (shalih) melalui penglihatannya, maka wajib menyempurnakan bulan sya'ban menjadi 30 hari, dan masuknya Ramadhan tidak bisa ditetapkan tanpa dua perkara ini :


✓ Ru'yatul hilal (melihat bulan sabit)

✓ Menyempurnakan sya'ban 30 hari


Berdasarkan sabda nabi ๏ทบ,


ุตูˆู…ูˆุง ู„ุฑุคูŠุชู‡ ูˆ ุฃูุทุฑูˆุง ู„ุฑุคูŠุชู‡ ، ูุฅู† ุบُุจูŠ ุนู„ูŠูƒู… ูุฃูƒู…ู„ูˆุง ุนุฏุฉ ุดุนุจุงู† ุซู„ุงุซูŠู†


" Berpuasalah kalian atas dasar melihat (bulan sabit / hilal), dan berbukalah atas dasar melihatnya, lalu bila tidak terlihat oleh kalian, sempurnakanlah hitungan sya'ban 30 hari."

(HR. Bukhari no. 1909, muslim no. 1081)


Dan berakhirnya Ramadhan ditetapkan dengan ru'yatul hilal (melihat bulan sabit) bulan syawal melalui persaksian dua orang muslim yang adil (shalih), apabila dua orang muslim yang adil tersebut belum melihat hilal Syawal maka wajib menyempurnakan hitungan Ramadhan 30 hari.


๐Ÿ“š Sumber :

Kitab al-fiqhul muyassar fii dhauil kitaabi was sunnati, hal. 154

terbitan Daar a'lamis sunnati.

Penyusun : Tim Ulama fikih.

Dibawah arahan :

Syaikh Shalih bin 'Abdul 'Aziiz alu asy- Syaikh


Diterjemah oleh : Abu Fahry


▪️▪️▪️

Komentar

Postingan populer dari blog ini

⚠️ ๐— ๐—จ๐—ฆ๐—œ๐—ž ๐—”๐——๐—”๐—Ÿ๐—”๐—› ๐——๐—œ๐—”๐—ก๐—ง๐—”๐—ฅ๐—” ๐—ฆ๐—˜๐—•๐—”๐—• ๐—ง๐—จ๐—ฅ๐—จ๐—ก๐—ก๐—ฌ๐—” ๐—•๐—˜๐—ก๐—–๐—”๐—ก๐—”

Seputar kebiasaan sholat di masyarakat kita

⚠️ ๐—›๐—จ๐—ž๐—จ๐—  ๐—•๐—˜๐—ฅ๐—ž๐—จ๐—ก๐—๐—จ๐—ก๐—š ๐—ž๐—˜ ๐—ข๐—ฅ๐—”๐—ก๐—š ๐—ก๐—”๐—ฆ๐—ฅ๐—”๐—ก๐—œ ๐—จ๐—ก๐—ง๐—จ๐—ž ๐— ๐—˜๐—ก๐—š๐—จ๐—–๐—”๐—ฃ๐—ž๐—”๐—ก '๐—ฆ๐—˜๐—Ÿ๐—”๐— ๐—”๐—ง ๐—ก๐—”๐—ง๐—”๐—Ÿ'