🔰TIGA 𝗣𝗘𝗡𝗔𝗠𝗕𝗔𝗛 𝗞𝗘𝗕𝗘𝗥𝗞𝗔𝗛𝗔𝗡 𝗥𝗘𝗭𝗘𝗞𝗜

 ﷽


🔰TIGA 𝗣𝗘𝗡𝗔𝗠𝗕𝗔𝗛 𝗞𝗘𝗕𝗘𝗥𝗞𝗔𝗛𝗔𝗡 𝗥𝗘𝗭𝗘𝗞𝗜


🌷𝐒𝐲𝐮𝐤𝐮𝐫


Syukur jangan dipahami secara sempit, atau hanya dengan lantunan kata “alhamdulillah” atau “wa asy syukru lillah”. Syukur yang seperti ini tidaklah tepat, dan tidak pelak lagi, yang demikian itu merupakan pandangan yang terlalu dangkal. Syukur memiliki makna yang lebih jauh dan lebih luas dari sekedar ucapan tersebut. 

Segala perbuatan baik, seperti shalat, puasa, pengakuan kurang dalam menjalankan ketaatan, menghargai nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala , memperbincangkannya, menerima dengan ridha, walaupun sedikit, semuanya masuk dalam bentuk syukur. 

Dengan bersyukur, maka Allah akan menambahhkan karuniaNya kepada kita. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :


لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ


“Jika engkau bersyukur, niscaya Kami benar-benar akan menambahimu“. 

[Qs. Ibrahim /14: 7].


Imam Al Qurthubi rahimahullah menjelaskan, artinya, jika engkau mensyukuri nikmatKu, niscaya Aku tambahkan kepada kalian dari kemurahanKu. Ayat ini merupakan dalil yang tegas bahwa bersyukur menjadi factor yang akan menambah kenikmatan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

(Tafsir Al Jami’u li Ahkami al Qur`an 9/353).


🌷𝐒𝐞𝐝𝐞𝐤𝐚𝐡


Tidak sedikit ayat dan hadits yang menjelaskan shadaqoh dan infak merupakan salah satu penunjang yang dapat mendatangkan rezeki dan meraih berkah. 


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :


يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ


“Allah menghapuskan riba dan mengembangkan shadaqoh“.

[Qs. al Baqarah/2 : 276].


Maksudnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan meningkatkannya di dunia ini dengan berkah dan memperbanyak pahalanya dengan melipatgandakannya di akhirat.

( Tafsir Al Jami’u li Ahkami al Qur`an 14/41).


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Asma` bintu Abi Bakar Radhiyallahu ‘anha :


أَنْفِقِي وَلَا تُحْصِي فَيُحْصِيَ اللَّهُ عَلَيْكِ


“Berinfaklah, janganlah engkau menahan diri, akibatnya Allah akan memutus (berkah) darimu“

(HR al Bukhari, 3/299-300, 3/301, 5/217, Muslim ,2/713), Abu Dawud ,2/134, at Tirmidzi 6/94,  an Nasaa-i 5/74.


Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,”Larangan dari menahan diri untuk bersedekah lantaran takut habis (apa yang dimiliki), sikap ini merupakan faktor paling yang mempengaruhi terhentinya keberkahan. Karena Allah membalas pahala infak tanpa ada batas hitungannya.”

(Fat-hul Bari ,3/301).


🌷𝐌𝐞𝐧𝐣𝐚𝐥𝐢𝐧 𝐇𝐮𝐛𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐒𝐢𝐥𝐚𝐭𝐮𝐫 𝐑𝐚𝐡𝐦𝐢


Usaha lain yang bisa mendukung bertambahnya rezeki dan bisa mendatangkan keberkahan pada harta yang dimiliki, yaitu menyambung jalinan silaturahmi. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ


“Barangsiapa ingin dilapangkan dalam rezekinya dan ditunda ajalnya, hendaknya ia menyambung tali silaturahmi”

(HR al Bukhari ,4/301, 10/415).


Hadits di atas menunjukkan manfaat menyambung tali silaturahmi, yaitu dapat mendatangkan curahan kebaikan dari Allah berbentuk rezeki, terhindar dari keburukan, dan diraihnya keberkahan.


Al Hafizh rahimahullah berkata : “Para ulama mengatakan, yang dimaksud dilapangkan rezekinya adalah, adanya keberkahan padanya. Sebab menyambung tali silaturahmi adalah sedekah, dan sedekah mengembangkan harta, sehingga semakin bertambah dan bersih”

(Fathul Bari 4/303).


Semoga bermanfaat


Bjm mengaji

◻️◻️◻️◻️


Komentar

Postingan populer dari blog ini

⚠️ 𝗠𝗨𝗦𝗜𝗞 𝗔𝗗𝗔𝗟𝗔𝗛 𝗗𝗜𝗔𝗡𝗧𝗔𝗥𝗔 𝗦𝗘𝗕𝗔𝗕 𝗧𝗨𝗥𝗨𝗡𝗡𝗬𝗔 𝗕𝗘𝗡𝗖𝗔𝗡𝗔

Seputar kebiasaan sholat di masyarakat kita

⚠️ 𝗛𝗨𝗞𝗨𝗠 𝗕𝗘𝗥𝗞𝗨𝗡𝗝𝗨𝗡𝗚 𝗞𝗘 𝗢𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗡𝗔𝗦𝗥𝗔𝗡𝗜 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗠𝗘𝗡𝗚𝗨𝗖𝗔𝗣𝗞𝗔𝗡 '𝗦𝗘𝗟𝗔𝗠𝗔𝗧 𝗡𝗔𝗧𝗔𝗟'