๐ŸŸก ๐— ๐—”๐—–๐—”๐— -๐— ๐—”๐—–๐—”๐—  ๐—จ๐——๐—ญ๐—จ๐—ฅ ๐—ฌ๐—”๐—ก๐—š ๐— ๐—˜๐— ๐—•๐—ข๐—Ÿ๐—˜๐—›๐—ž๐—”๐—ก ๐—ง๐—œ๐——๐—”๐—ž ๐—ฃ๐—จ๐—”๐—ฆ๐—”

 ๐Ÿ“š Serial kitab fatwa-fatwa seputar puasa


๐ŸŸก ๐— ๐—”๐—–๐—”๐— -๐— ๐—”๐—–๐—”๐—  ๐—จ๐——๐—ญ๐—จ๐—ฅ ๐—ฌ๐—”๐—ก๐—š ๐— ๐—˜๐— ๐—•๐—ข๐—Ÿ๐—˜๐—›๐—ž๐—”๐—ก ๐—ง๐—œ๐——๐—”๐—ž ๐—ฃ๐—จ๐—”๐—ฆ๐—”


Tanya # 06 : 


Apa saja macam-macam udzur yang membolehkan untuk tidak berpuasa ?


Jawab : 


๐ŸŒทUdzur yang membolehkan seseorang untuk berbuka (tidak berpuasa) adalah : sakit, bepergian, seperti yang diterangkan dalam Al-Qur’an, termasuk udzur pula seorang perempuan yang hamil dan mengkhawatirkan keadaan dirinya dan janin yang dikandungnya. Termasuk udzur pula seorang perempuan yang sedang menyusui, dia khawatir kalau dia berpuasa akan membahayakan dirinya atau bayi yang disusuinya, juga saat seseorang membutuhkan untuk berbuka guna menyelamatkan orang yang diselamatkan dari kematian, misalnya dia mendapati seseorang tenggelam di laut, atau seseorang yang berada diantara tempat yang mengelilinginya yang di dalamnya ada api sehingga dia butuh –dalam penyelamatannya- untuk berbuka, maka dia diwaktu itu boleh berbuka dan menyelamatkan dirinya.


Demikian pula apabila seseorang butuh berbuka puasa untuk menguatkannya dalam jihad fisabilillah, maka sesungguhnya keadaan ini menjadi sebab kebolehan berbuka baginya, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda kepada para sahabat beliau di dalam perang Fathu Makkah.


ุฅِู†َّูƒُู…ْ ู‚َุฏْ ุฏَู†َูˆْุชُู…ْ ู…ِู†ْ ุนَุฏُูˆِّูƒُู…ْ ูˆَุงู„ْูِุทْุฑُ ุฃَู‚ْูˆَู‰ ู„َูƒُู…ْ


“๐—ฆ๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚๐—ต๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ธ๐—ฎ๐—น๐—ถ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฎ๐˜€๐˜๐—ถ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ฒ๐—บ๐˜‚ ๐—บ๐˜‚๐˜€๐˜‚๐—ต ๐—ฏ๐—ฒ๐˜€๐—ผ๐—ธ❟ ๐˜€๐—ฒ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ ๐—ฝ๐˜‚๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—น๐—ฒ๐—ฏ๐—ถ๐—ต ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ฎ๐˜๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ธ๐—ฎ๐—น๐—ถ๐—ฎ๐—ป❟ ๐—บ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ธ๐—ฎ๐—น๐—ถ๐—ฎ๐—ป !” 

(Muslim mengeluarkannya dalam Kitab Shiyam/Bab pahala orang yang memberi buka puasa dalam bepergian apabila mengurusi pekerjaan 1120)


Apabila didapatkan sebab yang membolehkan berbuka dan seseorang berbuka karenanya, maka dia tidak lagi berkewajiban menahan diri dari makan minum pada sisa harinya itu. Apabila ditetapkan bahwa seseorang boleh berbuka untuk menyelamatkan yang diselamatkan dari kematian maka dia tetap meneruskan keadaan berbuka (tidak puasa) walaupun sesudah penyelamatannya, karena dia berbuka dengan sebab dibolehkannya berbuka bagi dia sehingga tidak harus menahan diri dari makan minum ketika itu. 

"๐—ฆ๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฏ ๐—ธ๐—ฒ๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ป ๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ถ๐˜๐˜‚ ๐˜๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ต๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ถ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฏ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ธ๐—ฒ๐—ฏ๐—ผ๐—น๐—ฒ๐—ต๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ ๐—ฝ๐˜‚๐—ฎ๐˜€๐—ฎ。" 


๐ŸŒทUntuk ini kami akan mengatakan sebuah pendapat yang kuat tentang masalah ini ; bahwa seorang yang sakit walau telah sembuh di pertengahan siang sedangkan dia dalam keadaan berbuka maka dia tidak harus menahan diri lagi, seandainya seorang musafir telah datang di kampung halamannya kembali di pertengahan siang dia tidak berkewajiban menahan diri (berpuasa) lagi, kalau seorang perempuan yang haidh telah suci di pertengahan siang maka dia tidak harus berpuasa lagi di sisa harinya ; sebab mereka semuanya berbuka dengan sebab kebolehan berbuka sehingga hari itu sudah menjadi hak mereka, tidak ada lagi kewajiban puasa di dalamnya, karena adanya kebolehan syariat untuk berbuka di dalamnya sehingga mereka tidak wajib melanjutkan puasa.


Ini berbeda bila seseorang mengetahui masuknya bulan Ramadhan di pertengahan siang, maka wajib hukumnya menahan diri (tidak makan minum) seketika itu juga. Perbedaan antara keduanya cukup jelas, karena apabila bukti telah kuat di petengahan siang maka wajiblah atas mereka menahan diri di hari itu, akan tetapi mereka menjadi orang-orang yang memperoleh udzur sebelum tetapnya bukti masuknya bulan Ramadhan, dengan ketidak tahuan.


Karena inilah, seandainya mereka tahu bahwa hari ini sudah termasuk Ramadhan maka wajib atas mereka menahan diri, adapun sekelompok kaum yang lain diperbolehkan berbuka puasa berdasarkan ilmu mereka, ada perbedaan yang jelas antara mereka.


Referensi :


๐Ÿ“šKitab fataawa arkaanil islaam, hal. 335 Cet. Daarul ummati lin nasyri wat tauzii'

Karya Syaikh muhammad bin sholih al-'Utsaimin Rahimahullah.


Diterjemahkan oleh :

Ustadz abu fahry hafizhahullah


▪️▪️▪️▪️

Komentar

Postingan populer dari blog ini

⚠️ ๐— ๐—จ๐—ฆ๐—œ๐—ž ๐—”๐——๐—”๐—Ÿ๐—”๐—› ๐——๐—œ๐—”๐—ก๐—ง๐—”๐—ฅ๐—” ๐—ฆ๐—˜๐—•๐—”๐—• ๐—ง๐—จ๐—ฅ๐—จ๐—ก๐—ก๐—ฌ๐—” ๐—•๐—˜๐—ก๐—–๐—”๐—ก๐—”

Seputar kebiasaan sholat di masyarakat kita

⚠️ ๐—›๐—จ๐—ž๐—จ๐—  ๐—•๐—˜๐—ฅ๐—ž๐—จ๐—ก๐—๐—จ๐—ก๐—š ๐—ž๐—˜ ๐—ข๐—ฅ๐—”๐—ก๐—š ๐—ก๐—”๐—ฆ๐—ฅ๐—”๐—ก๐—œ ๐—จ๐—ก๐—ง๐—จ๐—ž ๐— ๐—˜๐—ก๐—š๐—จ๐—–๐—”๐—ฃ๐—ž๐—”๐—ก '๐—ฆ๐—˜๐—Ÿ๐—”๐— ๐—”๐—ง ๐—ก๐—”๐—ง๐—”๐—Ÿ'