๐Ÿ–‡️ ๐— ๐—˜๐—ก๐—š๐—˜๐—ก๐—”๐—Ÿ ๐—ก๐—”๐— ๐—” ๐—”๐—Ÿ๐—Ÿ๐—”๐—› ๐—”๐—Ÿ-๐—”๐—ช๐—ช๐—”๐—Ÿ ๐——๐—”๐—ก ๐—”๐—Ÿ-๐—”๐—ž๐—›๐—œ๐—ฅ

 Q n A ๐Ÿ„ Bjm Ⓜ️engaji


๐Ÿ–‡️ ๐— ๐—˜๐—ก๐—š๐—˜๐—ก๐—”๐—Ÿ ๐—ก๐—”๐— ๐—” ๐—”๐—Ÿ๐—Ÿ๐—”๐—› ๐—”๐—Ÿ-๐—”๐—ช๐—ช๐—”๐—Ÿ ๐——๐—”๐—ก ๐—”๐—Ÿ-๐—”๐—ž๐—›๐—œ๐—ฅ


Tanya :


Assalamu 'alaikum, Maaf izin tanya apa makna Allah itu al awal dan al akhir ? Ini titipan pertanyaan dari anak saya ustad. 


Jawaban :


Wa'alaikum salam, 


Allah Ta’ala berfirman mengenalkan diri-Nya dalam Al-Qur’an,


ู‡ُูˆَ ุงู„ْุฃَูˆَّู„ُ ูˆَุงู„ْุขุฎِุฑُ ูˆَุงู„ุธَّุงู‡ِุฑُ ูˆَุงู„ْุจَุงุทِู†ُ ูˆَู‡ُูˆَ ุจِูƒُู„ِّ ุดَูŠْุกٍ ุนَู„ِูŠู…ٌ


“Dialah Al-Awwal dan Al-Akhir, Azh-Zhahir dan Al-Bathin. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” 

(QS. Al-Hadid : 3)


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menafsirkan ayat ini dalam sabdanya,


ุงู„ู„ู‡ُู…َّ ุฃَู†ْุชَ ุงู„ْุฃَูˆَّู„ُ ูَู„َูŠْุณَ ู‚َุจْู„َูƒَ ุดَูŠْุกٌ، ูˆَุฃَู†ْุชَ ุงู„ْุขุฎِุฑُ ูَู„َูŠْุณَ ุจَุนْุฏَูƒَ ุดَูŠْุกٌ، ูˆَุฃَู†ْุชَ ุงู„ุธَّุงู‡ِุฑُ ูَู„َูŠْุณَ ูَูˆْู‚َูƒَ ุดَูŠْุกٌ، ูˆَุฃَู†ْุชَ ุงู„ْุจَุงุทِู†ُ ูَู„َูŠْุณَ ุฏُูˆู†َูƒَ ุดَูŠْุกٌ


“Ya Allah, Engkaulah Al-Awwal, tidak ada sesuatu pun yang mendahului-Mu. Ya Allah, Engkaulah Al-Akhir, tidak ada sesuatu setelah-Mu. Ya Allah, Engkaulah Azh-Zhahir, tidak ada satu pun yang di atas-Mu. Ya Allah, Engkaulah Al-Bathin, tidak ada yang samar (tersembunyi) dari-Mu.” 

(HR. Muslim no. 2713)


Nama Allah “Al-Awwal” ditafsirkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan “Tidak ada sesuatu pun yang mendahului-Mu”. Hal ini menunjukkan bahwa Allah Ta’ala adalah Dzat yang paling awal (pertama) secara mutlak, tidak ada satu pun yang lebih dulu ada daripada Allah Ta’ala.


Nama Allah “Al-Akhir” ditafsirkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan “Tidak ada sesuatu setelah-Mu”. Hal ini tidaklah menunjukkan bahwa Allah Ta’ala akan memiliki titik akhir. Karena Allah Ta’ala adalah Dzat yang kekal (abadi). Memang terdapat sebagian makhluk yang juga bersifat kekal (abadi), seperti surga dan neraka. Akan tetapi, kekekalan makhluk tersebut adalah karena dikehendaki oleh Allah Ta’ala, bukan berdiri sendiri. 


Moga bermanfaat


Wallahu a'lam


Komentar

Postingan populer dari blog ini

⚠️ ๐— ๐—จ๐—ฆ๐—œ๐—ž ๐—”๐——๐—”๐—Ÿ๐—”๐—› ๐——๐—œ๐—”๐—ก๐—ง๐—”๐—ฅ๐—” ๐—ฆ๐—˜๐—•๐—”๐—• ๐—ง๐—จ๐—ฅ๐—จ๐—ก๐—ก๐—ฌ๐—” ๐—•๐—˜๐—ก๐—–๐—”๐—ก๐—”

Seputar kebiasaan sholat di masyarakat kita

⚠️ ๐—›๐—จ๐—ž๐—จ๐—  ๐—•๐—˜๐—ฅ๐—ž๐—จ๐—ก๐—๐—จ๐—ก๐—š ๐—ž๐—˜ ๐—ข๐—ฅ๐—”๐—ก๐—š ๐—ก๐—”๐—ฆ๐—ฅ๐—”๐—ก๐—œ ๐—จ๐—ก๐—ง๐—จ๐—ž ๐— ๐—˜๐—ก๐—š๐—จ๐—–๐—”๐—ฃ๐—ž๐—”๐—ก '๐—ฆ๐—˜๐—Ÿ๐—”๐— ๐—”๐—ง ๐—ก๐—”๐—ง๐—”๐—Ÿ'