๐Ÿ–‡️ ๐—ญ๐—”๐—ž๐—”๐—ง FITHRAH ๐—Ÿ๐—˜๐—•๐—œ๐—› ๐—”๐—™๐——๐—›๐—”๐—Ÿ ๐——๐—œ ๐——๐—œ๐—ฆ๐—ง๐—ฅ๐—œ๐—•๐—จ๐—ฆ๐—œ๐—ž๐—”๐—ก ๐—ฆ๐—˜๐—ก๐——๐—œ๐—ฅ๐—œ

 ๐–ฐ ๐“ฃ ๐–  ๐–กสแƒ Ⓜ️౿๐“ฃ๐—€ษ‘สส


๐Ÿ–‡️ ๐—ญ๐—”๐—ž๐—”๐—ง FITHRAH ๐—Ÿ๐—˜๐—•๐—œ๐—› ๐—”๐—™๐——๐—›๐—”๐—Ÿ ๐——๐—œ ๐——๐—œ๐—ฆ๐—ง๐—ฅ๐—œ๐—•๐—จ๐—ฆ๐—œ๐—ž๐—”๐—ก ๐—ฆ๐—˜๐—ก๐——๐—œ๐—ฅ๐—œ


Tanya :


Bismillah, afwan izin bertanya masalah zakat fitrah. 

Mana yang lebih baik antara menyalurkan zakat sendiri ke saudara yang tidak mampu atau menitipkannya ke mesjid atau panitia zakat ? 

Mohon bimbingannya. ๐Ÿ™.

Ummu xxx bjm akhwat


Jawaban :


Bismillah alhamdulillah

Was sholatu was salamu 'ala rasulillah, wa ba'du... 


Yang lebih baik adalah ummu bertanggung jawab sendiri untuk mendistribusikan zakatnya, sebagaimana yang disebutkan para ulama.

Dan lebih utama lagi jika zakat fithrahnya ditasarrufkan kepada kerabatnya yang miskin asalkan mereka bukan tanggungan nafkah ummu.


Imam as Syafii rahimahullah berkata, “Aku memilih untuk membagi zakat fitrah sendiri daripada menyerahkannya kepada pihak yang mengumpulkannya.”


 Imam An-Nawawi rahimahullah berkata bahwa Syafii berkata dalam al-Mukhtashar, “Zakat fitrah diserahkan kepada orang-orang yang berhak mendapatkan zakat harta. Aku lebih suka jika seseorang memberikannya secara langsung kepada kerabat-kerabatnya yang mana nafkah mereka bukan dia yang menanggungnya.” Beliau juga mengatakan bahwa jika dia menyerahkannya kepada pihak yang mengumpulkannya, maka sah juga, insya Allah. … 

Yang afdal adalah mendistribusikan zakat fitrahnya sendiri. … Jika ia menyerahkannya kepada pemerintah setempat, petugas, atau pihak yang mengumpulkannya, dan dia mengizinkan mereka menyalurkannya, maka demikian juga sah. Hanya saja, mendistribusikan zakat fitrahnya sendiri lebih baik dari semua itu. (Aแธท-Majmu' Jilid 6)


Demikian semoga bermanfaat


Wallahu a'lam


Komentar

Postingan populer dari blog ini

⚠️ ๐— ๐—จ๐—ฆ๐—œ๐—ž ๐—”๐——๐—”๐—Ÿ๐—”๐—› ๐——๐—œ๐—”๐—ก๐—ง๐—”๐—ฅ๐—” ๐—ฆ๐—˜๐—•๐—”๐—• ๐—ง๐—จ๐—ฅ๐—จ๐—ก๐—ก๐—ฌ๐—” ๐—•๐—˜๐—ก๐—–๐—”๐—ก๐—”

Seputar kebiasaan sholat di masyarakat kita

⚠️ ๐—›๐—จ๐—ž๐—จ๐—  ๐—•๐—˜๐—ฅ๐—ž๐—จ๐—ก๐—๐—จ๐—ก๐—š ๐—ž๐—˜ ๐—ข๐—ฅ๐—”๐—ก๐—š ๐—ก๐—”๐—ฆ๐—ฅ๐—”๐—ก๐—œ ๐—จ๐—ก๐—ง๐—จ๐—ž ๐— ๐—˜๐—ก๐—š๐—จ๐—–๐—”๐—ฃ๐—ž๐—”๐—ก '๐—ฆ๐—˜๐—Ÿ๐—”๐— ๐—”๐—ง ๐—ก๐—”๐—ง๐—”๐—Ÿ'